Purbaya Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Tercapai
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimis dapat memanfaatkan momentum ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai target 5,2%.
“Pada kuartal III-2025, konsumsi rumah tangga dan investasi tetap terjaga baik dengan dukungan pemerintah bersama otoritas moneter dan sektor keuangan,” kata Purbaya saat rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar di kantor Bank Indonesia (BI), Jakarta, Senin (3/11/2025).
Purbaya juga menyoroti pertumbuhan retail pada September 2025 yang tumbuh 5,8% secara tahunan. Kondisi ini diikuti keyakinan konsumen terhadap kinerja pemerintahan dan ekonomi yang terus membaik.
Baca Juga
Di KTT APEC, Prabowo Ingatkan Bahaya Serakahnomics yang Hambat Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, Purbaya menyebut aktivitas manufaktur kembali berada di area ekspansif pada akhir kuartal III-2025 dengan PMI Manufaktur sebesar 50,4 pada September 2025 dan menjadi 51,2 pada Oktober 2025.
“Utamanya ditopang oleh kenaikan pesanan baru selama tiga bulan berturut-turut. Sejalan dengan surplus neraca perdagangan kuartal III-2025 yang mencapai US$ 14 miliar atau tumbuh 63,4% qtq,” kata dia.
Baca Juga
Menkeu Sebut Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6% untuk Tarik Tenaga Kerja ke Sektor Formal
Sebelumnya diberitakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya surplus perdagangan Indonesia pada September 2025 yang mencapai US$ 4,34 miliar. Dengan kondisi ini, surplus perdagangan Indonesia telah tercatat 65 bulan berturut-turut, sejak Mei 2020.
“Surplus pada September 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yaitu sebesar US$ 5,99 miliar,” kata Pudji, di kantornya, Jakarta, Senin (3/11/2025).
Komoditas penyumbang surplus pada komoditas nonmigas yaitu lemak atau minyak hewan nabati atau HS 15, bahan bakar mineral atau HS 27, serta besi dan baja atau HS 72.
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit US$ 1,64 miliar. Komoditas penyebab defisit komoditas migas yaitu minyak mentah dan hasil minyak.

