Hari Oeang, Menkeu Purbaya Sebut Pentingnya Kepercayaan demi Jaga Kedaulatan dan Rupiah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pentingnya kepercayaan atau trust untuk menjaga kedaulatan mata uang rupiah. Pesan itu disampaikan Purbaya saat berpidato pada perayaan Hari Oeang Indonesia yang ke-79.
“Kalau dulu, perjuangannya lewat mencetak ORI (Oeang Republik Indonesia), hari ini perjuangan kita adalah menjaga rupiah tetap kuat, memastikan APBN bekerja untuk rakyat, dan membangun kepercayaan publik,” kata Purbaya, dikutip dari tayangan Upacara Bendera Hari Pemuda ke-97 dan Hari Oeang ke-79, Jumat (31/10/2025).
Sejak Indonesia merdeka, kedaulatan ekonomi tidak bisa ditunda. Menurut Purbaya, dari situ lahir DNA Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang berani mengambil keputusan paling sulit.
Setelah masa tersebut, 79 tahun kemudian, ekonomi tak lagi ditentukan hanya oleh tambang dan tanah, tetapi juga oleh data, inovasi dan trust. Kepercayaan menjadi faktor penting karena sebuah kebijakan tak akan berhasil tanpa adanya kepercayaan.
Dalam perayaan Hari Oeang ini, Purbaya mengangkat tema besar Kemenkeu Satu, Kawal Asta Cita. Dia ingin kementerian yang dia pimpin solid dan menjadi benteng stabilitas ekonomi bangsa.
“Sedangkan, kawal Asta Cita artinya memastikan delapan cita-cita bangsa benar-benar berjalan,” ujar dia.
Selain bicara mengenai kepercayaan, Purbaya menjelaskan peran data dalam mengambil kebijakan. Dia menyontohkan bagaimana data menjadi basis untuk mengambil kebijakan mengenai transfer ke daerah (TKD).
Meski banyak protes dari daerah dan menyalahkan Kemenkeu, Purbaya tetap teguh karena berpegang dengan data resmi yang telah melalui beberapa pengecekan.
“Saya minta juga teman-teman semua ke depan melakukan hal yang sama. Cek, double check, cek, double check. Pastikan setiap rupiah dibelanjakan tepat waktu, tepat sasaran, dan pastikan setiap rupiah yang kita berikan atau alokasikan untuk anggaran digunakan secara maksimal untuk kemakmuran masyarakat,” jelas dia.
Baca Juga
PII: Pancasila Jadi Landasan Penting Kedaulatan Ekonomi dan Kemandirian Teknologi
Target pertumbuhan ekonomi 8%
Purbaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Target ini muncul sebagai pondasi agar Indonesia menuju negara maju.
Menurut dia, target itu menjadi tanggung jawab semua unsur. “Jadi kita bukan hanya bagi-bagi duit di APBN, tapi memastikan semuanya bisa mendorong ekonomi dengan baik dan kita akan lebih proaktif membantu iklim investasi di Indonesia,” kata dia.
Target pertumbuhan ekonomi 8%, menurut Purbaya bukanlah angka yang kecil. Meski begitu, dia berharap pertumbuhan ekonomi yang ada dapat pula dirasakan masyarakat.
“Karena itu, perlindungan negara harus dikelola secara optimal dan belanja diarahkan seefektif mungkin untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas dia.
Purbaya berharap kementerian yang dipimpinnya akan lebih proaktif mengajarkan pengelolaan anggaran bagi daerah. Dia bahkan akan menambah tugas Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Askolani.
“Sebagai pengelola keuangan negara, Kemenkeu menjadi penggerak ekonomi nasional yang memastikan setiap kebijakan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar dia.

