Menko Airlangga: RI Butuh 600 Ribu Pekerja Digital per Tahun
JAKARTA, investortrust.id - Menko Perekenomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia membutuhkan sebanyak 600 ribu pekerja digital setiap tahun.
Hal itu diungkapkan Airlangga dalam peluncuran Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital di The St. Regis Jakarta, Rabu (06/12/2023).
"Kemarin Bapak Presiden rapat khusus untuk menanyakan berapa sebetulnya kebutuhan tenaga digital kita. Untuk 15 tahun ke depan adalah 9 juta orang atau 600 ribu per tahun," sebut Airlangga.
Dalam mempersiapkan tenaga kerja terampil untuk berkembang di sektor digital, Airlangga mengaku pemerintah telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak.
Baca Juga
"Kita sudah bekerja sama dengan pra kerja, digital talent, dengan Apple, Microsoft, Amazon dan IBM. Jadi ini harus terus didorong," ungkap Airlangga.
Indonesia tengah berupaya memaksimalkan potensi ekonomi digital. Menurut Airlangga, pada tahun lalu pertumbuhan ekonomi digital mencapai 7,6% hingga 8,7%.
"78% populasi Indonesia terhubung dengan internet. Dan digitalisasi ekonomi dan keuangan dalam tren meningkat," tutur Airlangga.
Dalam pidatonya, Airlangga mengklaim kini pembayaran dengan digital rupiah telah dapat digunakan di lima negara ASEAN. Selain sebagai penghematan devisa, juga tentu untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap dolar AS.
Baca Juga
Luncurkan Buku Putih, Menko Airlangga: Indonesia Lepas Landas Tahun 2030
"Masa depan adopsi digital tentu akan menciptakan lapangan kerja baru," tambah Airlangga.
Selain menyiapkan tenaga kerja terampil di sektor digital, Indonesia juga tengah menyiapkan infrastruktur untuk mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia.
"Jadi Bapak Presiden terus mendorong jaringan fiber optik kita sudah 12.000. BTS sudah lebih dari 8.100. Satelit satria di 150.000 lokasi di daerah tertinggal, terdepan dan terluar," (CR-1)

