Per Juni 2025, Posisi Utang Pemerintah Rp 9.138 Triliun
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyampaikan posisi utang pemerintah per Juni 2025 yang mencapai Rp 9.138 triliun. Angka ini mengalami penurunan terhadap bulan sebelumnya yang mencapai Rp 9.177,48 triliun.
“Utang kita pada posisi Juni, total outstanding-nya Rp 9.138 triliun,” kata Direktur Jenderal PPR Suminto, saat taklimat media di Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10/2025).
Posisi utang ini lebih tinggi dari posisi utang di akhir 2024 yang sebesar Rp 8.813,16 triliun.
Suminto mengatakan posisi utang yang berasal dari pinjaman tercatat sebesar Rp 1.157,18 triliun. Dominan merupakan pinjaman luar negeri yang mencapai Rp 1.108,17 atau 12,1% dari total utang. Sedangkan pinjaman yang ditarik dari dalam negeri mencapai Rp 49,01 triliun atau 0,5% dari total utang.
“Pinjaman luar negeri, berasal dari bilateral. Bilateral itu dari negara-negara mitra. Misalnya dari Jepang itu JICA (Japan International Cooperation Agency), dari Jerman itu melalui KFW (Kreditanstalt für Wiederaufbau)” ujar dia.
Baca Juga
Hingga 31 Agustus, Penarikan Utang Pemerintah Capai Rp 425,7 Triliun
Terdapat pula pinjaman luar negeri yang didapat secara multilateral seperti Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), Islamic Development Bank, dan lainnya. Pinjaman luar negeri yang bersifat komersial berasal dari bank atau lembaga keuangan semacam Standard Chartered, GP Morgan, BNP Paribas.
“Memungkinkan juga pinjaman komersial dari bank di Indonesia yang memiliki kantor di luar negeri seperti kantor cabang BNI di New York, kantor cabang Bank Mandiri di London, dan lain-lain,” kata dia.
Sementara itu, posisi Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 7.980,87 triliun. Dari total obligasi pemerintah tersebut, sebesar Rp 6.484,12 triliun diterbitkan dalam denominasi rupiah dan Rp 1.496,75 triliun dalam valuta asing (valas).
“SBN valas, sekarang kita punya denominasi US dolar, euro, Japanese Yen, dan Australian dollar. Insyaallah di kuartal IV ini kita mempertimbangkan untuk menerbitkan Dimsum Bond dalam Renminbi (Yuan),” ujar dia.

