Sinergikan Ekonomi Syariah, BI Gandeng 100 Lembaga di ISEF 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo resmi membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/10/2025). Ajang ini berlangsung hingga 12 Oktober 2025 dengan menghadirkan lebih 90 kegiatan, melibatkan 100 lembaga dan asosiasi, serta 1.000 pelaku industri halal.
Perry menjelaskan, ISEF 2025 hari ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Juni 2025.
Baca Juga
CIMB Niaga Siap Spin Off Unit Syariah pada Mei–Juni 2026, Bagian dari Strategi Jangka Panjang F30
“Kegiatan ini kami selenggarakan bersama mitra-mitra, antara lain OJK, Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah), perbankan, pasar modal, serta IKNB (industri keuangan non-bank) syariah. Berbagai acara digelar mulai webinar, matching & business deal, hingga bulan pembiayaan syariah,” kata Perry di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Festival ekonomi syariah sebelumnya digelar di tiga wilayah, yakni Lampung untuk Sumatra, Kalimantan Barat untuk kawasan timur Indonesia, serta Jawa Timur untuk wilayah Jawa.
Dikatakan Perry, penyelenggaraan tahun ini juga diselaraskan dengan sejumlah program nasional. “ISEF kami harmonisasikan dengan program-program nasional, seperti dukungan pesantren dalam program Makan Bergizi Gratis, sinergi dengan Trade Expo Indonesia, penghargaan Indonesia Muslim Travel Index, serta International Halal Tourism,” jelasnya.
Selain itu, ISEF menghadirkan kegiatan Olimpiade Ekonomi Syariah, ISEF Run, hingga gelaran the biggest modest fashion show. “Indonesia adalah negara dengan potensi terbesar di dunia dalam industri modest fashion. Pada ajang ini, hadir 11 desainer internasional, 150 desainer nasional, dan lebih dari 1.175 karya kreasi,” tutur Perry.
Dalam kesempatan tersebut, Perry menegaskan empat agenda utama yang akan diluncurkan dalam ISEF 2025, yakni:
1. Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI) 2025–2029 sebagai bagian implementasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJPMN).
2. Sinergi pusat dan daerah dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
3. Penguatan operasi moneter melalui Sukuk Bank Indonesia Plus guna mendorong investasi dan keuangan syariah.
4. Peluncuran database Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) terintegrasi.
Baca Juga
Bukan Sekadar Trofi, The Best Syariah Awards Akui Dedikasi Industri Keuangan Wujudkan Prinsip Islami
ISEF 2025 mengusung tema “Synergy of Islamic Economic and Finance to Strengthen Economic Self-Reliance and Inclusive Economic Growth”.
Sejak pertama kali digelar pada 2014, ISEF telah bertransformasi dari agenda berskala nasional menjadi forum internasional dengan tujuan menjadikan Indonesia pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah global.

