Bappenas dan BPS Sebut Tabel Kehidupan Jadi Fondasi Strategi Ekonomi dan Jaminan Sosial
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah tengah memperkuat arah kebijakan ekonomi jangka panjang melalui penyusunan Tabel Kehidupan Indonesia yang kini memasuki tahap akhir penyempurnaan.
Data demografi ini akan menjadi fondasi penting dalam merancang strategi fiskal, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, serta membangun sistem jaminan sosial yang adaptif terhadap perubahan struktur penduduk.
Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Bappenas, Maliki menegaskan pentingnya table kehidupan yang akurat dalam menentukan arah kebijakan negara.
“Dengan lifetable yang tepat, kebijakan yang diambil pemerintah akan jauh lebih presisi dan menjadi barometer bagi perumusan kebijakan ke depan,” ujarnya di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (6/10/2025).
Data mortalitas yang tersusun rapih diyakini akan berdampak langsung terhadap desain BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah juga tengah menjajaki integrasi data tabel kesehatan dengan sistem BPJS untuk memastikan perlindungan sosial berjalan efisien dan berkelanjutan.
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Tabel Kehidupan untuk Dukung Visi Indonesia Emas 2045, Berikut Tujuannya
Selain itu, perhitungan umur tunggal dalam tabel kehidupan akan menjadi acuan penting dalam proyeksi kebutuhan fiskal dan perencanaan program pensiun. Perubahan usia harapan hidup akan berimplikasi pada perencanaan ketenagakerjaan, produktivitas ekonomi, dan kesiapan sistem jaminan sosial menghadapi populasi menua.
Meski telah mendekati tahap akhir, BPS menegaskan bahwa tabel kehidupan masih dalam proses finalisasi. Diskusi teknis terus dilakukan bersama kementerian/lembaga, pakar, dan BPJS untuk memastikan keakuratan data, terutama dalam penghitungan umur tunggal.
“Ini bukan hanya soal statistik, tapi tentang keadilan dan keberlanjutan. Dengan tabel kehidupan kita sendiri, perencanaan jaminan sosial, pensiun, hingga kebutuhan fasilitas kesehatan bisa dilakukan sesuai karakteristik penduduk Indonesia," kata Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS, Ali Said.
Pemerintah memastikan hasil Tabel Kehidupan Indonesia nantinya terbuka dan dapat dimanfaatkan berbagai pihak. Bappenas menargetkan kan merilis tabel tersebut pada awal Desember 2025.

