Rupiah Menguat Tipis pada Jumat Sore di Level Rp 16. 611 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menguat 1 poin di level Rp 16.611 per US$ atau terapresiasi 0,006% pada Jumat (3/10/2025). Penguatan tipis rupiah seiring dengan melemahnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau DXY yang dalam posisi 97,77 atau turun 0,07%.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan pelemahan DXY terjadi ketika sebagian besar pelaku pasar mengabaikan kekhawatiran atas dampak langsung dari penutupan pemerintah AS. Ini terjadi mengingat penutupan pemerintahan pada masa lalu hanya berdampak terbatas pada pasar keuangan.
"Pasar lebih fokus pada data ketenagakerjaan swasta minggu ini, terutama karena data penggajian non-pertanian pemerintah untuk bulan September tampaknya tertunda akibat penutupan pemerintah," kata Ibrahim, Jumat (3/10/2025).
Selain itu, sejumlah data ketenagakerjaan swasta yang lemah minggu ini membuat investor sebagian besar fokus pada pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada Oktober 2025. Setelah pemangkasan sebesar 25 basis poin (bps) pada September 2025.
Pasar memperkirakan peluang sebesar 99,3% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps dalam pertemuan akhir Oktober 2025.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga di Oktober 2025 meningkat karena data ancaman PHK menunjukkan bahwa bisnis-bisnis AS terus memangkas peran pada September 2025. Selain itu, penggajian ADP menunjukkan penurunan tajam pada bulan September.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2025 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5% kurang lebih 1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK September 2025 tercatat inflasi sebesar 0,21% secara bulanan, sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 2,65% secara tahunan.
Inflasi inti pada September 2025 tercatat sebesar 0,18% secara bulanan, lebih tinggi dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,06% secara bulanan. Realisasi inflasi inti pada September 2025 disumbang terutama oleh komoditas emas perhiasan dan biaya kuliah akademi/perguruan tinggi.
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan harga komoditas emas global serta faktor musiman dimulainya tahun ajaran baru pendidikan akademi/perguruan tinggi, di tengah ekspektasi inflasi yang tetap terjaga.
Secara tahunan, inflasi inti September 2025 tercatat sebesar 2,19% secara tahunan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,17% secara tahunan.

