Cerita Anak Buah Purbaya Simpan SAL Hingga Rp 600 Triliun untuk Beli Vaksin Covid-19
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Perbendaharaan (Dirjen Perben) Astera Primanto Bhakti menjelaskan posisi Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang melonjak pada 2024, terjadi karena pada masa Covid-19 pemerintah menahan anggaran hingga Rp 600 triliun untuk membayar kebutuhan vaksin dan rumah sakit.
“Karena kita harus menyiapkan dana untuk bayar vaksin dan bayar Covid-19. Di zaman Covid-19 itu bisa sampai Rp 600 triliun uang yang kita hold,” kata Prima di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Setelah masa Covid-19, SAL tersebut perlahan mulai turun. Berdasarkan data, SAL pada 2020 sebesar Rp 186,67 triliun. Angka ini melonjak menjadi Rp 337,7 triliun pada akhir 2021. Pada 2022, SAL APBN tercatat menjadi Rp 478 triliun.
Setahun kemudian, SAL pada akhir 2023 tercatat sebesar Rp 478,96 triliun. Angka tersebut berubah menjadi Rp 459,50 triliun pada 2024.
“Kalau sekarang ditanya normalnya berapa, tergantung. Kita bisa saja cuma butuh sekitar Rp 300 triliun kalau penerimaannya tepat waktu. Kita bisa di-support (jika) tepat waktu, belanja tidak ada tambahan,” ujar dia.
Baca Juga
BSI Sebut Penempatan Rp 10 Triliun Dana SAL Dorong Pembiayaan Sektor Riil
Menurut Prima, kondisi SAL tergantung kondisi saat penyelenggaran APBN. Dengan banyaknya SAL, anggaran dapat digunakan untuk membiayai program yang sedang dijalankan pemerintah.
“Dengan catatan, kalau kurang nanti kita akan issue bond,” ujar dia.
Seperti diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan realisasi penempatan dana sebesar Rp 200 triliun dari rekening pemerintah yang ada di Bank Indonesia (BI) ke rekening pemerintah di lima bank pelat merah mulai Jumat siang ini (12/9/2025).
“Kita kirim ke lima bank, Bank Mandiri, BRI, BTN, BNI, dan BSI,” kata Purbaya di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Purbaya menjelaskan porsi dari dana yang disalurkan. Penempatan dana ke Bank Mandiri sebesar Rp 55 triliun, BRI sebesar Rp 55 triliun, BNI sebesar Rp 55 triliun, BTN sebesar Rp 25 triliun, dan BSI sebesar Rp 10 triliun.
“Sudah saya setujui tadi pagi, sebentar lagi dikirim. Jadi saya pastikan dana yang Rp 200 triliun masuk ke sistem perbankan hari ini dan mungkin banknya habis ini bingung disalurin ke mana,” kata dia.

