Ketegangan Iran - Israel Bisa Ulur Penurunan Suku Bunga The Fed
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom yang juga mantan Menteri Perdagangan dan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu memperkirakan, ketegangan Iran-Israel yang semakin meluas berpotensi besar mengulur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan suku bunga acuannya.
“Akan memperlambat penurunan suku bunga (The Fed) yang seharusnya terjadi di second half this year,” ujarnya dalam sebuah diskusi virtual yang digelar oleh Perkumpulan Eisenhower Fellowships Indonesia, Senin (15/4/2024).
Selain itu, lanjut Mari, eskalasi ketegangan Iran-Israel juga berpotensi besar mendongkrak harga minyak dunia. Sebagai bentuk dukungan terhadap Israel, banyak pihak yang memperkirakan jika AS akan mengenakan sanksi bagi penggunaan minyak dari Iran. Padahal, Iran menjadi salah satu produsen minyak terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi tiga juta barel per hari dan satu juta barel di antaranya untuk diekspor.
“Jika Amerika meningkatkan sanksi yang membawa minyak dari Iran, itu juga akan memberikan dampak terhadap kapasitas Rusia untuk mengirim minyak,” katanya.
Baca Juga
Imbas Perang Iran-Israel, Begini Dampak bagi The Fed dan Ekonomi Indonesia
Di satu sisi akan timbul supply shock yang terjadi terhadap suplai minyak. Sementara di sisi lain, mengutip badan International Energy Agency (IEA), ia memperkirakan kebutuhan atau demand terhadap minyak mengalami peningkatan.
“Jadi ini skenario dimana harga minyak akan naik, dengan demikian production cost naik, inflasi naik dan ini akan mempengaruhi pemulihan di AS. Dollar AS juga akan menguat dan emas akan naik,” jelas Mari.
Dikatakan Mari, jika hal ini terjadi maka akan terjadi fenomena yang sering disebut flight to safety, capital akan dialihkan ke negara-negara yang dianggap aman dari kondisi ketegangan yang sedang berlangsung.

