Penempatan Dana Rp 200 T Diharapkan Mengalir ke Koperasi Merah Putih
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan bersyukur dengan penempatan dana Rp 200 triliun yang dilakukan pemerintah pada lima bank pelat merah. Dana tersebut diharapkan dapat mengalir ke Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih (KKDMP).
“Alhamdulillah, hari ini semua masalah Kopdes (koperasi desa) terjawab, soal uang,” kata Zulhas, sapaannya, di kantornya, Jakarta, Senin (15/9/2025).
Zulhas mengatakan, selama 6 bulan peraturan mengenai Kopdes yang rumit selesai dalam 1-2 hari. Zulhas menjelaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun ke Himpunan Bank Negara (Himbara). “Ini kami tunggu-tunggu,” kata dia.
Baca Juga
Oleh karena itu, kata Zulhas, pinjaman untuk KKDMP sudah tersedia sehingga ribuan KKDMP yang sudah menunggu dapat segera merealisasikan permodalan.
Meski begitu, Zulhas tak menjelaskan berapa persen penempatan dana Rp 200 triliun yang digunakan untuk pembiayaan KKDMP. “Ya sesuai keperluan saja. Tidak dibatasi berapa jumlahnya,” ujar dia.
Zulhas menargetkan sebanyak 16.000 KKDMP dapat teralisasi hingga Oktober 2025.
Slide presentasi dari Danantara Indonesia menampilkan ringkasan progres pendanaan program KDKMP per posisi 13 September 2025. Selain itu, disebutkan bahwa bank-bank tersebut telah menyampaikan surat kepada Kementerian Keuangan yang berisi daftar koperasi calon debitur serta total estimasi pinjaman senilai Rp 1,06 triliun untuk mendukung pelaksanaan program pada 1.064 KDKMP
Dijelaskan bahwa empat bank, yaitu BRI, Mandiri, BNI, dan BSI, telah berkontribusi dalam pendanaan terhadap total 1.064 unit KKDMP. Pendanaan ini difokuskan pada unit-unit KDKMP existing yang berada di desa mandiri, yaitu desa-desa yang telah memiliki kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia untuk mendukung pelaksanaan program.
Baca Juga
BRI mendanai sebanyak 400 unit dengan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 96,2 miliar dan belanja operasional (operational expenditrure/opex) sebesar Rp 30,8 miliar, sehingga total pendanaan dari BRI mencapai Rp 400 miliar.
Bank Mandiri mendanai 310 unit dengan capex sebesar Rp 74,5 miliar dan opex Rp 235,4 miliar, menghasilkan total pendanaan sebesar Rp 310 miliar. BNI mendanai 300 unit dengan capex Rp 72,2 miliar dan opex Rp 227,8 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp 300 miliar.
Sementara itu, BSI mendanai 54 unit KDKMP existing dengan nilai capex dan opex masing-masing Rp 13miliar dan Rp 41 miliar, sehingga total pendanaan dari BSI juga sebesar Rp 54 miliar. Secara keseluruhan, total pendanaan dari keempat bank untuk 1.064 unit KDKMP terdiri atas Rp 255,9 miliar untuk capex dan Rp 808 miliar untuk opex.

