Rupiah Lunglai, Dolar AS Menguat ke Rp 15.506 per US$ pada Selasa 9 September
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah melemah 196 poin atau turun ke 1,2% atau berada di level Rp 16.506 per US$ pada Selasa (9/9/2025), berdasarkan papan data Bloomberg.
Rupiah menjadi salah satu mata uang yang melemah dibandingkan beberapa mata uang negara lain di kawasan. Ringgit Malaysia menguat 0,22%, baht Thailand menguat 0,22%, yuan China menguat 0,09%, yen Jepang menguat 0,14%, dolar Singapura menguat 0,12%, serta won Korea Selatan mengalami penguatan 0,04%.
Posisi Mata Uang Garuda serupa dengan peso Filipina. Dolar perkasa terhadap peso Filipina sebesar 0,17%.
Data Kantor Kepala Ekonom Bank Mandiri mencatat posisi Indeks dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke 97,5 pada Senin, terendah sejak akhir Juli. Ini terjadi karena pelaku pasar semakin memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga the Fed pekan depan, menyusul laporan pasar tenaga kerja yang lemah dan mengindikasikan pelemahan lebih lanjut.
Baca Juga
Sempat Perkasa, Rupiah Longsor Usai Sri Mulyani Digantikan Purbaya
Sementara itu, European Central Bank (ECB) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada Kamis mendatang. “Ekspektasi pemangkasan lanjutan tahun ini terus memudar,” kata Kepala Kantor Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro, Selasa (9/9/2025).
Di dalam negeri, Andry mencermati sentimen pasca pergantian menteri keuangan pada Senin (8/9/2025). “Keputusan ini diperkirakan mempengaruhi pergerakan pasar domestik hari ini,” ujar dia.
Berdasarkan proyeksi tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp 16.325 hingga Rp 16.456 per US$.

