Rupiah Menguat di Perdagangan Selasa 2 September 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah sebesar Rp 16.418 per US$. Rupiah menguat 0,27% dibandingkan penutupan pada Senin (1/9/2025).
Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan dolar melemah 4 poin atau -0,03% menjadi Rp 16.414 per US$.
Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan dolar yang melemah terjadi karena ketidakpastian atas tarif perdagangan yang dibuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Perkembangan ini memicu peningkatan ketidakpastian atas dampak ekonomi dari tarif resiprokal yang mulai berlaku mulai Agustus 2025.
“Putusan apa pun yang menentang tarif tersebut juga akan memaksa Washington untuk menegosiasikan kesepakatan terbaru dengan mitra dagang utama,” kata Ibrahim, dalam ketarangan resminya, Selasa (2/9/2025).
Baca Juga
Rupiah Melemah di Awal Perdagangan, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS
Ibrahim menjelaskan pasar juga terus mengamati kepastian the Fed memangkas suku bunganya. Pasar telah memperkirakan peluang the Fed memangkas suku bunga hampir 85%.
Di sisi lain, visi China mengenai “tatanan global baru” berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik. Presiden China Xi Jinping menyebut visi ekonomi dan politik dengan Global Selatan.
Di dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan pada Juli 2025 sebesar US$ 4,17 miliar. Angka tersebut disusul dengan deflasi pada Agustus 2025 sebesar 0,08% secara bulanan dan inflasi 2,31% secara tahunan.
Bank Indonesia (BI) menilai surplus neraca perdagangan Juli 2025 menopang ketahanan eksternal perekonomian. Hal itu seiring dengan ekspor nonmigas yang meningkat menjadi sebesar US$ 23,81 miliar.
Melihat kondisi ini, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan tetap bertahan dalam kondisi fluktuatif. “Untuk perdagangan Rabu, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah Rp 16.400 hingga Rp 16.450 per US$,” kata dia.

