Menkeu Berharap Danantara dan Swasta Gerakkan Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan perlunya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan swasta menjadi motor penggerak ekonomi. Sementara itu, APBN akan berberna menjadi katalis bagi Danantara dan swasta.
“Danantara berperan penting untuk mengakselerasi investasi produktif dan memperkuat Indonesia dalam rantai pasok global,” kata Sri Mulyani dalam pidato pandangan pemerintah atas fraksi-fraksi di DPR, Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Untuk itu, Danantara diharapkan menjaga profesionalisme, kompetensi, dan integritas. Sri Mulyani menyebut tiga hal tersebut akan menjadi landasan dari tata kelola yang transparan dan akuntabel dari pengelolaan Danantara.
Proyek hilirisasi di sektor mineral, batubara, pertanian, perikanan, energi, serta hilirisasi timah, batubara, dan ekosistem baterai akan digenjot.
“Berbagai proyek hilirisasi dengan nilai lebih dari US$ 38 miliar akan dipercepat,” jelas dia.
Baca Juga
Bareng Danantara, Bos KAI Akan Rampungkan Masalah Whoosh agar Tak Jadi "Bom Waktu"
Selain itu, pemerintah melalui APBN akan mengembangkan skema dan dukungan terhadap fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS), serta dukungan kredit bagi kontraktor untuk mendukung pembangunan rumah layak huni dan terjangkau.
“APBN 2026 diperkirakan mampu mendukung 770.000 unit rumah baru,” ujar dia.
Untuk mendukung program 3 juta rumah tersebut, pemerintah telah mengalokasikan Rp 57,7 triliun. Angka tersebut dialokasikan untuk pembiayaan 350.000 rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp 45,7 triliun, BSPS bagi 373.939 rumah sebesar Rp 8,6 triliun, dan insentif fiskal bagi 40.000 unit rumah komersial berupa PPN ditanggung pemerintah sebesar Rp 3,4 triliun.
Untuk KUR Kontraktor UMKM, pemerintah akan menyediakan kredit Rp 20 miliar per kontraktor. Ditargetkan kredit kontraktor ini sebesar Rp 130 triliun.

