Ketidakpastian Global Jadi Pemicu Melemahnya FDI Indonesia di Kuartal II 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Arus investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) di Indonesia tercatat melemah di kuartal II 2025. Tren pelemahan ini dinilai tak hanya terjadi di dalam negeri, melainkan di banyak negara emerging markets, seiring meningkatnya ketidakpastian global.
Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research Pranjul Bhandari mengungkapkan, penurunan FDI di beberapa bulan terakhir merupakan fenomena lintas negara.
Baca Juga
Ekonom HSBC: Pelonggaran Kebijakan Dorong Perbaikan Ekonomi, Investasi Korporasi Jadi Kunci
“FDI melemah di banyak negara emerging markets. Ketika ada begitu banyak ketidakpastian perdagangan dan tarif, sangat sedikit korporasi yang mau menempatkan uangnya lintas negara,” ujarnya, dalam media briefing HSBC: Indonesia Economy Outlook H2-2025, secara virtual, Jumat (8/8/2025).
Menurut Pranjul, tren ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal, bukan masalah spesifik di Indonesia. “Saya berharap ketika ketidakpastian tarif mereda dan aturan main baru jelas, aliran FDI akan kembali,” sambung dia.
Sementara itu, Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Research Herald van der Linde menyatakan, penundaan investasi jangka panjang kerap terjadi di tengah ketidakpastian global. Misalnya, sangat sulit membangun pabrik jika tidak tahu rezim tarif apa yang nantinya akan dihadapi.
“Dalam banyak kasus, perusahaan akan menunda investasi dan itu terjadi di seluruh negara, termasuk Indonesia,” katanya.
Baca Juga
Bank Sentral Inggris Pangkas Suku Bunga ke 4% di Tengah Ekonomi Lesu dan Inflasi Tinggi
Meski begitu, Herald menilai, pergeseran rantai pasok global memberi peluang bagi Asean, termasuk Indonesia, misalnya di sektor nikel. Akan sangat baik bagi Indonesia jika ke depan bisa menarik FDI yang relatif padat karya dan padat keterampilan.
“Ini akan mendorong permintaan tenaga kerja terampil,” ucapnya.
Menurut Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi pada triwulan II 2025 mencapai Rp 477,77 triliun. Dari jumlah tersebut, porsi FDI tercatat sebesar 42,3% atau senilai Rp 202,2 triliun.

