FDI Indonesia Lancar di Tengah Tekanan Global, Bahlil Terkejut dan Bersyukur
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi/BKPM, Bahlil Lahadalia bersyukur investasi yang masuk ke Indonesia pada awal tahun 2024 ini tetap terjaga, di tengah guncangan geopolitik global dan pemilihan umum (pemilu) di dalam negeri. Bahkan, realisasinya melebihi target.
“Foreign Direct Investment (FDI) alhamdulillah tetap terjaga,” kata Bahlil di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Senin (29/4/2024).
Baca Juga
Bahlil mengatakan terkejut dengan capaian ini. Sebab, di tengah kondisi politik ini, investasi yang masuk biasanya hanya pada kisaran 23% dari target pada kuartal I. Pada 2024, Presiden Joko Widodo menetapkan target realisasi investasi sebesar Rp 1.650 triliun.
“Kita targetnya biasanya cuma 23-an% (kuartal I), sekarang sudah 24%, jadi surprise juga. Jadi trust publik atau minat terhadap Indonesia itu kuat,” kata dia.
Wait and See
Bahlil mengatakan kondisi ini dapat muncul karena kerja sama multilapisan dari pemangku kepentingan. “Ini terjadi karena koordinasi dan kerja sama yang baik, antara arahan Bapak Presiden, arahan Pak Menko, dan kementerian teknis,” ujar dia.
Bahlil mengatakan, realisasi kuartal-I 2024 dipenuhi dinamika. Akibat tahun politik di dalam negeri, investor ada yang memilih untuk wait and see. Meski ada dinamika, dia menganggap prosedur politik lima tahunan itu dilewati dengan baik, dan presiden terpilih sudah ditetapkan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Baca Juga
Bertemu PM Singapura, Jokowi Bicarakan Rencana Ekspor Listrik
Kondisi itu, kata Bahlil, semakin diperparah oleh kondisi fiskal dan moneter akibat dampak dari perang antara Rusia dan Ukraina, serta konflik yang memanas antara Israel dan Iran. Hal ini mengakibatkan tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Bahlil optimistis dengan masa transisi yang sudah berjalan, investor akan kembali menatap Indonesia. “Pascapemilu 14 Februari lalu itu, sebenarnya publik sudah mendapatkan kepastian terhadap hasilnya,” ujar dia.

