Prediksi Nasib Ekonomi Indonesia, Founder Mayapada Beri Wejangan Ini
JAKARTA, investortrust.id -Founder & Chief Executive Officer (CEO) Mayapada Group, Dato’ Sri Tahir buka suara perihal pandangannya tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Tahir, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk mempertahankan, bahkan meningkatkanpertumbuhan ekonomi nasional.
Tahir mengatakan, pertumbuhan ekonomitak bisa disimpulkan begitu saja. Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan baik atau buruknya level pertumbuhan ekonomi suatu negara, termasuk Indonesia.
“Kalau bicara ekonomi, kitanggak bisa bicara hanya soal Indonesia. Jika kita bicara growth, itu relatif. Tidak ada yang namanya absolute growth,” ujar Dato' Sri Tahir dalam A Day with Dato’ Sri Tahir: Mimpi Sang Filantrofis Indonesia, dilansir Rabu (13/12/2023).
Tahir menjelaskan, baiknya suatu pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh apa yang membangun pertumbuhan itu sendiri. Jika pertumbuhan dipicu oleh sifat konsumtif, maka hasilnya tidak akan bagus. “Sebaliknya, jika dipicu oleh sifat produktif maka pertumbuhan ini adalah pertumbuhan yang solid,” kata pengusaha kelahiran Surabaya, 26 Maret 1952, tersebut.
Baca Juga
Soroti Sektor Media, Dato Sri Tahir Berkomitmen Dongkrak Jurnalistik Indonesia
Dato’ Sri Tahir mengungkapkan, tahun depan merupakan tahun yang cukup dipenuhi kekhawatiran terkait dengan ekonomi, salah satunya adalah resesi. Namun, efeknya dapat ditekan sedemikian rupa oleh sejumlah kebijakan yang diambil oleh pemerintah, seperti hilirisasi.
Hilirisasi, menurut Tahir, perlu diperluas, tak hanya fokus ke satu komoditas tambang atau mineral, seperti nikel, timah atau batu bara. Apalagi jika disempurnakan dengan aturan yang menunjang, efeknya akan besar bagi ekonomi Indonesia.
“Kita memang diselamatkan oleh commodity price. Tapi pemerintah mengambil langkah bijaksana dengan melakukan hilirisasi. Added value untuk komoditas kita bertambah, which is good,” jelas Tahir, yang pernah menyumbangUS$ 75 juta kepadaThe Global Fund untuk memerangiTBC, HIV, dan Malaria di Indonesia.
Di sisi lain, kata Dato’ Sri Tahir, subsidi yang bersifat konsumtif bisa diganti dengan subsidi bersifat produktif. Selain itu, keuntungan tak terduga (windfall profit) juga bisa menjadi penyelamat ekonomi Indonesia.
Baca Juga
Konglomerat Dato Sri Tahir Beri Bantuan Rp 7,5 Miliar untuk Korban di Palestina
Menurut Tahir, hal lainnya yang bisa turut menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mampu menekan efek resesi adalah pembangunan infrastruktur di Indonesia. Hal ini merupakan kunci pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Jadi, fokus pembangunan infrastruktur yang diambil pemerintah adalah langkah yang very-very right, bukan hanya bicara soal pemerataan dan lain-lain. Memang sekarang kita belum bisa melihat efeknya, namun we do believe in twenty year or fifty year later, our new generation will enjoy it,” ujar Tahir yang dianugerahi gelar kehormatanDato' SriolehSultan Pahangkarena jasa-jasanyamenyelesaikan konflik antarperusahaan di Malaysia.
Adapun hal lainnya yang bisa dilakukan oleh pemerintah, kata Tahir, adalah menghadirkan ekosistem sampai kebijakan yang dapat mengakomodasi sektor-sektor industri lokal yang belum optimal.
“Dorongan pemerintah akan menjadi blessing, tak hanya untuk perkembangan bisnis, namun juga ekonomi Indonesia,” tegas Tahir, satu-satunya orang Indonesia yang menandatanganiGiving Pledge,gerakan moral berupa kesediaan untuk menyumbangkan 50% hartanya bagi kemanusiaan, yang dimotori pendiri Microsoft dan salah satu orang terkaya di dunia, Bill Gates.

