Ternyata, Tingkat Ketimpangan Tertinggi Terjadi di Jakarta
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pada Maret 2025, provinsi dengan Gini ratio tertinggi adalah DKI Jakarta, dengan angka 0,441. Angka ini mengindikasikan tingkat ketimpangan yang relatif lebih tinggi di ibu kota.
Sebaliknya, provinsi dengan Gini ratio terendah tercatat di Kepulauan Bangka Belitung, yaitu sebesar 0,222, menunjukkan pemerataan pengeluaran yang jauh lebih baik di wilayah tersebut.
Disampaikan Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono, dalam rilis data Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2025, di kantor pusat BPS, Jakarta, Jumat (25/7/2025), apabila dibandingkan dengan Gini ratio nasional yang sebesar 0,375, terdapat tujuh provinsi yang angka Gini rasionya melampaui rata-rata nasional.
“Gini ratio adalah alat ukur ketimpangan yang vital, di mana angka nol melambangkan pemerataan sempurna, artinya setiap orang atau kelompok menerima pendapatan yang sama dengan yang lainnya,” kata Ateng.
Baca Juga
Gini Ratio Menurun pada Maret 2025, Tren Positif pada Ketimpangan Pengeluaran Indonesia
Sebaliknya, angka satu menunjukkan ketimpangan mutlak, di mana seluruh pendapatan hanya diterima oleh satu orang atau satu kelompok saja.
Provinsi-provinsi tersebut adalah DKI Jakarta (0,441), DI Yogyakarta (0,426), Jawa Barat (0,416), Papua Selatan (0,412), Papua (0,404), Gorontalo (0,392), dan Kepulauan Riau (0,382).
Data ini menggarisbawahi bahwa meskipun secara nasional terjadi perbaikan, tantangan pemerataan pengeluaran masih sangat bervariasi antar wilayah, memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi lokal.
Secara keseluruhan, data ketimpangan pengeluaran Maret 2025 membawa optimisme akan arah pemerataan ekonomi di Indonesia. Penurunan Gini ratio secara nasional dan peningkatan persentase pengeluaran kelompok 40% terbawah adalah indikator positif bahwa kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil dalam mengurangi disparitas.

