BI Ungkap Alasan 'Jor-Joran' Wujudkan Mimpi Prabowo Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mengungkap alasan dibalik sejumlah kebijakan yang cenderung jor-joran dalam mendukung mimpi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8%.
Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter (DKEM) BI Firman Mochtar mengungkapkan, upaya tersebut tidak lepas dari keinginan bank sentral untuk membantu mewujudkan hadirnya kesejahteraan di tengah masyarakat.
Baca Juga
Pemerintah - DPR Sepakati Rentang Asumsi Makro RAPBN 2026, Pertumbuhan Ekonomi Dirancang Segini
"Mengapa kita ingin terus mendorong pertumbuhan ekonomi? Kita melakukan kebijakan makroekonomi itu adalah untuk bagian kesejahteraan," kata dia dalam taklimat media di kantor BI, Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Ia mengatakan, BI meyakini kesejahteraan masyarakat dapat terwujud apabila dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi yang optimal. Selain itu, ia menyebut kebijakan yang dilakukan BI juga didorong untuk menjaga agar inflasi tetap dalam kisaran serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Nah sekarang mandatnya Bank Indonesia adalah menjaga inflasi dan nilai tukar, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap, pihaknya akan terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi salah satunya mencermati ruang penurunan suku bunga. BI akan tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan pencapaian sasaran inflasi sesuai dinamika perekonomian global serta domestik.
Baca Juga
Bayang-bayang Tarif AS, AMRO Proyeksikan Pertumbuhan ASEAN+3 pada 2025 dan 2026 Tergerus
"Sementara itu, kebijakan makroprudensial akomodatif terus dioptimalkan dengan berbagai strategi untuk meningkatkan kredit/pembiayaan, menurunkan suku bunga, dan fleksibilitas pengelolaan likuiditas perbankan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Perry dalam rapat dewan gubernur (RDG) secara daring, Rabu (16/7/2025) lalu.

