Dorong Ekonomi Berkualitas, Sri Mulyani Fokus pada SDM, Migas, dan Industri Masa Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan tanggapan terhadap pandangan fraksi-fraksi DPR atas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2024.
Sri Mulyani mengatakan, pemerintah sepakat dengan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengenai desain pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Desain itu akan diwujudkan melalui beberapa program yang memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan energi.
“Termasuk memulai implementasi program makan bergizi gratis (MBG),” kata Sri Mulyani saat rapat paripurna DPR ke-24 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2024-2025, di gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan menjaga inflasi di bawah sasaran asumsi makro APBN. Tercapainya target ini karena kerja sama antara tim pengendalian inflasi di tingkat pusat dan daerah serta Bank Indonesia (BI) yang fokus menjaga inflasi inti.
Baca Juga
Seluruh Fraksi Setuju RUU Pertanggungjawaban APBN 2024 Dilanjutkan
Dalam kesempatan itu, pemerintah juga sepakat akan terus berkoordinasi dengan BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar, meningkatkan daya tahan neraca pembayaran Indonesia, dan neraca dagang. Selain itu, menjaga current account dan capital account. Pemerintah dan BI akan berbagi peran menjalani tugas fiskal dan moneter.
Masukan lain dari Fraksi Partai Gerindra, PKB, dan Nasdem mengenai lifting migas yang akan ditindaklanjuti pemerintah. Sri Mulyani mengatakan, pihaknya terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengenai penguatan operasi sektor hulu migas dilaksanakan dengan berbagai upaya dan percepatan proyek strategis.
“Hal lain adalah perbaikan regulasi dan peningkatan efisiensi, serta penerapan teknologi terbaru dalam eksplorasi dan produksi,” kata dia.
Untuk mencapai sasaran pembangunan, pemerintah melakukan langkah perbaikan. Salah satunya, memastikan peningkatan ketepatan sasaran program bantuan sosial dan program penanganan kemiskinan. “Untuk memastikan bahwa masyarakat paling rentan ikut secara inklusif dalam kegiatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja berkualitas,” ujar dia.
Sementara masukan lain dari Fraksi PKB, Gerindra, Golkar, Nasdem, dan Demokrat adalah upaya pemerintah mengatasi pengangguran terbuka. Merespons kritik ini, Sri Mulyani berjanji akan memperkuat program link and match, peningkatan kualitas tenaga kerja, dan menghubungkan sektor pendidikan dengan dunia usaha.
Baca Juga
Sri Mulyani: APBN 2024 Tahan Guncangan dari Gejolak Geopolitik Global hingga El Nino
Respons ini sejalan dengan upaya pemerintah mengakselerasi investasi industri strategis bernilai tambah tinggi, seperti pembuatan baterai mobil listrik, kabel tembaga, aluminium, data center, serta industri yang menunjang energi dan pangan.
Selain investasi, pemerintah juga ingin meningkatkan pertumbuhan sektor manufaktur dan pertanian. Dua sektor tersebut memiliki kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja. "Oleh karena itu, penguatan kedua sektor tersebut menjadi prioritas,” ucap dia.

