IEU-CEPA RI–Eropa Siap Masuk Babak Final Setelah 10 Tahun Negosiasi, 80% Pos Tarif Jadi Nol
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, proses penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa atau Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sudah sampai pada tahap akhir, setelah 10 tahun negosiasi.
Dengan IEU-CEPA, sekitar 80% pos tarif akan menjadi nol sehingga membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas bagi kedua belah pihak.
Menurut Airlangga, perjanjian itu ditandai dengan penandatanganan dan pertukaran surat (exchange of letters) antara Pemerintah Indonesia dan Komisi Eropa sebagai bentuk kesepakatan politik tingkat tinggi untuk mendorong percepatan finalisasi perundingan IEU-CEPA.
Baca Juga
Prabowo Ingin Kirim Lebih Banyak Mahasiswa Indonesia ke Eropa
Pertukaran surat dilakukan antara Menko Airlangga dengan Komisioner Perdagangan Komisi Eropa Maroš Šefčovič. Pertemuan keduanya diawali dengan sesi pertemuan empat mata atau tête-à-tête, kemudian dilanjutkan dengan pertukaran surat yang menandai pencapaian penting dalam proses finalisasi IEU-CEPA.
“Surat tersebut memuat apresiasi terhadap capaian perundingan dan komitmen bersama untuk menyelesaikan perundingan secara konklusif, termasuk langkah-langkah konkret dalam menyelesaikan isu-isu substansial yang masih tersisa,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (14/7/2025).
Ia mengatakan penyerahan surat menjadi simbol kuat keseriusan kedua pihak untuk mendorong penyelesaian substansial IEU CEPA menuju penandatanganan pada tahun 2025 melalui solusi yang saling menguntungkan dan seimbang.
“Saya menyampaikan apresiasi atas komitmen berkelanjutan dan keterlibatan konstruktif dari Uni Eropa. Dukungan Komisioner Maroš dan Tim Perunding kedua negara sangat berarti dalam seluruh proses perundingan IEU-CEPA,” ujar dia.
Sementara itu, Komisioner Maroš mengatakan kesepakatan itu merupakan pencapaian penting sejak berlangsungnya perundingan dari 2016 lalu. ”Kami berdedikasi untuk memperkuat hubungan dengan kawasan Asia Tenggara, dan IEU-CEPA menjadi instrumen kunci untuk itu,” ujar Komisioner Maroš.
Dengan populasi lebih 285 juta jiwa, Indonesia menawarkan pasar besar dan dinamis bagi mitra dagang. Di sisi lain, Uni Eropa yang terdiri dari lebih 400 juta penduduk merupakan salah satu kekuatan ekonomi utama dunia. Dengan IEU-CEPA, sekitar 80% pos tarif akan menjadi nol sehingga membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas bagi kedua belah pihak.
Penyelesaian perundingan IEU CEPA tersebut secara resmi diumumkan dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang diselenggarakan di Brussels pada Minggu (13/7/2025).
Dalam pernyataan pers yang disampaikan secara bersama-sama, pemimpin kedua negara menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis, termasuk percepatan penyelesaian IEU-CEPA.
Presiden Von der Leyen menyampaikan bahwa Indonesia dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan politik yang menjadi fondasi bagi penyelesaian perundingan IEU-CEPA dalam waktu dekat.
Baca Juga
“Perjanjian ini juga akan membantu memperkuat rantai pasok bahan baku kritis yang penting bagi industri teknologi bersih dan baja Eropa. Saya kini menantikan penyelesaian perjanjian ini secara cepat," kata Von der Leyen.
Dengan pertukaran surat tersebut, Indonesia dan Uni Eropa semakin mendekati akhir dari proses perundingan yang menginjak tahun ke-10 dan telah melalui 19 putaran formal serta berbagai pertemuan antarsesi.
Perundingan di tingkat teknis dari pihak Pemerintah Indonesia selama ini dikoordinasikan oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan.

