Kemenkeu Pastikan Penerimaan BLU Akan Naik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan penerimaan dari Badan Layanan Umum (BLU) akan naik di tengah pemerintah menggenjot pendapatan negara dari sektor ini. Sementara potongan yang dibebankan masyarakat untuk layanan ini tidak naik.
"Oh enggak-enggak (naik)," kata Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kemenkeu Rofyanto Kurniawan, di Gedung Nusantara I, kompleks DPR Jakarta, Senin (7/7/2025).
Pendapatan BLU awalnya ditargetkan sebesar Rp 77,9 triliun. Namun, pada prognosis akhir pelaksanaan APBN 2025, pendapatan BLU ditargetkan naik 27,5% menjadi Rp 99,3 triliun.
Baca Juga
Defisit APBN 2025 Membengkak dan Pendapatan Seret, Sri Mulyani Minta Izin DPR Gunakan SAL Rp 85,6 T
Dalam laporan pemerintah untuk pelaksanaan APBN semester I 2025, kinerja pendapatan BLU pada semester II 2025 masih didukung komoditas nonsawit, antara lain dari pendapatan satuan kerja (satker) BLU yang berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dan Polri.
Sementara itu, penurunan rata-rata harga referensi CPO Kementerian Perdagangan (Kemendag), masih akan menjadi tantangan pendapatan BLU sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Adapun pendapatan BLU pada semester II tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp 58,97 triliun miliar atau 75,7% dari APBN 2025.
"Sebetulnya kan kalau BLU, seperti rumah sakit (RS), perguruan tinggi, dan sebagainya itu memang kalau kinerja ekonominya bagus dia akan bisa melampaui targetnya," kata dia.
Selain itu, terdapat juga layanan dari kementerian/lembaga (K/L), Polri, dan Imigrasi.
Rofyanto pada Jumat (4/7/2025) mengatakan, potensi peningkatan setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor-sektor lainnya disebabkan kenaikan tren penerimaan. Dengan proyeksi ini, pemerintah optimistis mampu menambal sekitar Rp 40 triliun dari total Rp 80 triliun PNBP yang berasal dari dividen BUMN. "Ya kan katakan di APBN penerimaan BLU itu ditargetkan Rp 30 triliun pada semester I 2025, ternyata memang realisasinya bagus di atas target," ucap dia.
Penarikan pendapatan dari BLU tersebut dapat menutup shortfall dari dividen BUMN. Pemerintah tengah berupaya menutup lubang PNBP yang ditinggalkan komponen kekayaan negara dipisahkan (KND). Komponen ini tak lagi masuk ke kas negara karena dividen BUMN kini disetor ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Baca Juga
Targetkan Pendapatan Premi Tumbuh 'Single Digit' di Tahun 2025, Begini Upaya BCAinsurance
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, pihaknya akan mengejar PNBP pada APBN 2025. PNBP yang awalnya ditargetkan Rp 513,6 triliun kemungkinan besar tidak 100% tercapai.
“Untuk PNBP dari target Rp 513,6 triliun mungkin hanya tercapai Rp 477,2 triliun karena Rp 80 triliun di APBN di awal diserahkan ke Danantara,” kata Sri Mulyani, saat paparan di Komisi XI, DPR, Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Meski demikian, Sri Mulyani menjelaskan telah melakukan perhitungan untuk mengatasi risiko tersebut. Dengan perhitungan yang dilakukan, perbedaannya hanya Rp 40 triliun. “Artinya PNBP mencari tambahan penerimaan baru sebesar Rp 40 triliun, sehingga koreksi Rp 80 triliun tidak seluruhnya muncul di sana,” jelas dia.

