Pengembang Kelas UMKM Akan Dapat Kucuran KUR dari Himbara
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menemui Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas pembiayaan perumahan. Dalam pertemuan tersebut, Airlangga mengatakan pemerintah akan membuat fasilitas pembiayaan perumahan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“KUR ini nanti akan diberikan bukan hanya dengan orang per orang, namun juga untuk UMKM yang akan membangun perumahan untuk masyarakat,” kata Airlangga, di kantornya, Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Dalam dokumen BP Tapera mengenai usulan pengembangan skema KUR untuk perumahan, skema pembiayaan ini muncul menggunakan alokasi likuiditas Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Alokasi likuiditas ini diperoleh dari suntikan BPI Danantara yang kurang lebih sebesar Rp 130 triliun. Selain itu, terdapat alokasi dari subsidi selisih bunga dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar Rp 38 triliun.
BP Tapera menyebut likuiditas ini digunakan untuk pengembang perumahan level mikro. Rencananya, plafon yang diberikan yaitu maksimum Rp 2 miliar untuk kredit konstruksi dengan subsidi bunga 6%.
Baca Juga
Wamen Fahri Tepis Isu Pendanaan Perumahan Tak Butuh Pinjaman Luar Negeri
Meski demikian, rencananya KUR ini juga diarahkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin menggunakan rumahnya sebagai lokasi usaha. Wacananya, plafon yang diberikan sebesar Rp 100 juta per unit dengan subsidi bunga sebesar 6%.
Airlangga mengatakan pemerintah sedang menggodok skema pembiayaan KUR untuk perumahan ini. Pembahasan regulasi itu diperlukan karena ada perubahan jumlah kredit yang akan diberikan dan pembangunan rumah.
“Karena KUR untuk konstruksi ini jumlahnya lebih besar dari KUR untuk individual,” kata dia.
Selain membahas jumlah pembiayaan dan sasarannya, pemerintah juga menyiapkan tambahan subsidi terhadap bunga KUR sepanjang tahun. Pembahasan subsidi bunga terhadap bunga KUR ini akan melibatkan Kementerian Keuangan.
Sementara itu, Maruarar mengatakan pembiayaan KUR melalui Himbara ini sebagai upaya untuk berdikari. Sebab, Maruarar menyebut Presiden Prabowo Subianto ingin pembiayaan program 3 juta rumah ini dibiayai tanpa bantuan utang luar negeri.
“Arahannya adalah kita berdiri di kaki sendiri karena ada support Pak Airlangga, Pak Rosan yang sangat luar biasa. Kemudian juga dari kebijakan BI,” ujar Maruarar.

