Bank Mandiri Bidik Kucuran KUR Perumahan Rp 300 Miliar hingga Akhir 2025
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan sebesar Rp 300 miliar hingga akhir tahun 2025.
Demikian disampaikan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan dalam acara Sosialisasi Program Penguatan Ekosistem Perumahan di QBIG BSD City, Tangerang, Kamis (20/11/2025).
“Bank Mandiri melihat program (KUR Perumahan) ini sangat strategis. Jadi ini kan dalam rangka menuju Indonesia Emas, kita targetnya Rp 300 miliar sampai akhir tahun ini” kata Henry.
Ia turut menyampaikan, dukungan Bank Mandiri terhadap program tersebut telah dilaksanakan di beberapa wilayah. “Support yang diberikan ini kan kota ketiga dari Bandung, Medan, sekarang di Banten. Nanti kita juga akan menuju di Palembang,” ungkap Henry.
Dia juga menuturkan, minat masyarakat terhadap pembiayaan perumahan melalui skema ini terbilang tinggi. “Hari ini ada 1.050 orang calon debitur yang ikut secara online dan offline. Secara offline saja ada 520 (debitur) itu 60% sudah mengajukan minat,” beber Henry.
Tak hanya itu, lanjut Henry, Bank Mandiri juga mempercepat proses pelayanan kredit untuk memperkuat eksekusi di sektor pembiayaan perumahan.
“Satisfaction, Loyalty, and Engagement (SLE)-nya kami adalah 3 hari kerja. Mudah-mudahan dengan semangat eksekusi sebagai bank leader di ekosistem kredit karena kita terbesar, kami akan melihat ini sebagai peluang bagi Bank Mandiri untuk men-support program pemerintahan,” tegasnya.
Sekadar informasi, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat hingga 15 November 2025 realisasi penyaluran KUR Perumahan mencapai Rp 492,12 miliar. Data menunjukkan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) memimpin dengan realisasi Rp 280,18 miliar, disusul PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 127,6 miliar dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 74,42 miliar.
Adapun penyaluran lainnya meliputi PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) Rp 5 miliar, Bank Perkreditan Daerah (BPD) Daerah Istimewa Yogyakarta Rp 3 miliar, BPD Jawa Barat dan Banten (BJBR) Rp 850 juta, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 700 juta, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 225 juta dan BPD Jawa Tengah Rp 140 juta.
Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menyatakan, penyaluran yang dipimpin perbankan swasta menjadi salah satu dinamika menarik dalam implementasi program ini.
“Ini adalah fenomena yang bagus, swasta partisipasinya tinggi, bahkan nomor satu Bank Nobu dan ini membuktikan KUR perumahan karya dari pemerintahan Pak Prabowo yang pertama kali terjadi di Indonesia, ini direspons dengan baik. Padahal kita baru mulai 21 Oktober,” ujar Ara kepada wartawan di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Ia menambahkan, keterlambatan peluncuran program ke perbankan disebabkan proses integrasi sistem. “Program ini baru bisa dimulai 21 Oktober karena Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) baru terintegrasi dengan perbankan. Saya terima kasih kepada Bank BRI, BNI, Mandiri, BTN, Bank Daerah dan juga Bank Swasta, khususnya Bank Nobu yang paling tinggi,” pungkas Ara.

