Indonesia–Belanda Bahas Percepatan IEU-CEPA dan Kerja Sama Energi Hijau hingga Pertanian
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia dan Belanda membahas potensi kerja sama bilateral berbagai sektor, di antaranya energi terbarukan (renewable energy), maritim, dan pertanian. Selain itu, dibahas perkembangan penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan pentingnya penyelesaian CEPA dan kerja sama dalam pemenuhan kebijakan lingkungan Uni Eropa (UE) yang berpotensi menghambat perdagangan. Ia mendorong agar perjanjian perdagangan itu rampung pada tahun ini.
Baca Juga
Belanda Siap Investasi US$ 300 Juta di Sektor Pangan, Maritim, dan Pengairan RI
“Sejumlah isu terkait ketentuan non-tarif pada prinsipnya telah diselesaikan. Tim perunding fokus untuk mencapai titik temu melalui penyusunan rancangan hukum,” ucap Wamendag Roro dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/6/2025).
Wamendag Roro menilai, penyelesaian IEU-CEPA sebagai sarana terbaik untuk mencari jalan tengah terkait peraturan yang berpotensi memberikan beban tidak perlu pada perdagangan, bersifat diskriminatif, dan tidak sejalan aturan dan prinsip World Trade Organization (WTO).
Ia juga menyoroti penundaan European Union Deforestation-free Regulation Indonesia (EUDR). Kendati demikian, menurut Roro, hal tersebut tidak menjawab kekhawatiran utama Pemerintah Indonesia, yaitu potensi dampak buruk, khususnya petani kecil di Tanah Air.
“Indonesia memandang kebijakan ini sebagai diskriminatif dan kontraproduktif terhadap upaya global bersama dalam mengatasi masalah iklim," ungkap Wamendag Roro.
Baca Juga
Anindya: Belanda Investasi US$ 300 Juta untuk Buka Lapangan Kerja Baru
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Belanda Michiel Sweers menjelaskan, potensi kerja sama di sektor energi terbarukan, maritim, dan pertanian, khususnya pada peningkatan infrastruktur dan digitalisasi. Selain itu, ia juga mendukung penyelesaian IEU CEPA dapat segera terealisasi.
“Kebijakan UE terkait lingkungan adalah untuk menciptakan keberlanjutan sehingga perlu dipikirkan cara terbaik yang saling menguntungkan,” imbuh Michiel.
Adapun, berdasarkan data yang diolah Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia-Belanda pada 2024 mencapai US$ 5,6 miliar atau meningkat 18,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 4,7 miliar dan impor US$ 982 juta. Dengan demikian, Indonesia meraup surplus bagi Indonesia sebesar US$ 3,7 miliar.

