IEU-CEPA Diharapkan Bisa Bantu Kerek Pertumbuhan Ekonomi RI 0,04%
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah berharap Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kawasan Uni Eropa. Berdasarkan kajian yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada 2016, IEU-CEPA disebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,04%.
“Kalau kita lihat, dengan adanya CEPA akan meningkatkan pertumbuhan (ekonomi) bagi Indonesia kurang lebih 0,04%” kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono, di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Sementara itu bagi Uni Eropa, perjanjian dagang ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 0,0013%.
Baca Juga
Djatmiko mengatakan perundingan dagang yang mencapai tahap finalisasi ini diharapkan juga meningkatkan kesejahteraan publik, yang dihasilkan dari pengembangan sektor industri di masing-masing pihak. Bagi Indonesia, IEU-CEPA diproyeksikan dapat meningkatkan kesejahteraan senilai US$ 824,56 juta. Adapun bagi Uni Eropa perjanjian ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan senilai US$ 481,19 juta.
Tak hanya itu, perjanjian dagang juga diharapkan bisa mendorong investasi bagi Indonesia. Diproyeksikan nilai investasi yang terdongkrak akibat perjanjian dagang ini senilai 0,42%.
“Untuk Uni Eropa (meningkat) sekitar 0,0087%” kata dia.
Djatmiko memaparkan, setidaknya terdapat tiga hasil perundingan sementara IEU-CEPA. Dari akses pasar, Indonesia akan diuntungkan dengan liberalisasi akses pasar barang.
“Bisa dikatakan 100% nilai ekspor Indonesia ke Uni Eropa itu akan mendapatkan preferensi (pos tarif) dan mungkin 99% (komoditas) itu (kena tarif) 0%” ujar dia.
Baca Juga
Pemerintah Targetkan IEU-CEPA Mulai Diimplementasikan Kuartal IV-2026
Meski begitu, Djatmiko mengatakan penerapan tarif 0% untuk komoditas asal Indonesia tersebut tidak bisa segera diterima setelah IEU CEPA diberlakukan. Penerapan tarif 0% untuk komoditas Indonesia diberlakukan bertahap selama masa implementasi IEU-CEPA.
“Tapi at the end, insyaallah, semuanya akan dapat 0% (tarif)” kata dia.
Beberapa komoditas asal Indonesia yang mendapatkan askes optimal yaitu CPO, tekstil, alas kaki, dan perikanan. Sebagai gantinya, Indonesia akan memberikan akses pasar bagi produk pertanian Uni Eropa.
Selain itu, perjanjian juga membuka akses bagi sektor jasa. Menurut Djatmiko, sektor jasa di Uni Eropa begitu fleksibel.
“Bapak ibu yang bergerak di sektor jasa, kesehatan, pariwisata, pendidikan dan sebagainya, ini peluang yang sangat luar biasa dengan Uni Eropa,” jelas dia.

