Stasiun Pagardewa PGN (PGAS) Jadi Simpul Kunci Transmisi Gas Sumatera–Jawa Sepanjang 1.004 Km
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN sebagai subholding gas PT Pertamina (Persero) menegaskan peran vital Stasiun Gas Pagardewa di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai simpul utama penjaga keandalan pasokan gas bumi nasional dalam sistem transmisi South Sumatera–West Java sepanjang 1.004 kilometer (km) yang memasok kebutuhan energi dari Sumatra hingga Jawa bagian Barat, sehingga menjadi kunci bagi keberlanjutan pasokan listrik, industri, dan komersial.
"Fasilitas Pagardewa menjadi titik krusial dalam menjaga stabilitas tekanan dan kapasitas jaringan agar distribusi gas tetap terjaga keandalan dan kesinambungannya," kata Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
Dia menjelaskan bahwa Stasiun Pagardewa berfungsi sebagai infrastruktur utama pengatur tekanan dan kapasitas jaringan transmisi gas bumi dalam penyaluran gas kepada pelanggan sektor kelistrikan, komersial, dan industri.
Baca Juga
PGN (PGAS) Teken HoA Biomethane dengan Renikola untuk Pasokan Sumut
“Dengan optimalisasi fasilitas kompresor, metering, serta jumperline yang meningkatkan kapasitas linepack, PGN memastikan distribusi gas tetap andal dan stabil. Fasilitas ini memungkinkan suplai gas terpenuhi mulai Sumatra, Lampung, hingga Jawa bagian Barat,” ujar Hery.
Optimalisasi infrastruktur ini dilakukan untuk merespons dinamika permintaan gas yang terus meningkat, sekaligus menjaga keseimbangan sistem transmisi agar pasokan tidak terganggu. Peran Pagardewa dinilai semakin penting di tengah upaya pemerintah mendorong penggunaan gas bumi sebagai energi transisi yang lebih bersih.
PGN juga menegaskan komitmen menjaga keandalan aset melalui pemeliharaan dan inspeksi berbasis risiko. Perusahaan menerapkan teknologi digital, termasuk pemanfaatan Integrated Monitoring Center, pusat pemantauan terintegrasi yang memungkinkan pengawasan real time terhadap kondisi infrastruktur, data pelanggan, dan aktivitas niaga. “Digitalisasi membuat keputusan operasional menjadi lebih cepat, tepat, dan terukur,” tambah Hery.
Pemantauan digital tersebut memungkinkan deteksi dini potensi gangguan sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan sebelum berdampak pada pasokan pelanggan. Pendekatan ini bisa menjaga tingkat layanan di tengah kompleksitas jaringan gas nasional yang membentang lintas provinsi.
“Seluruh infrastruktur yang kami operasikan harus tetap terjaga keandalannya untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. PGN berkomitmen menjalankan operasi secara aman dan efisien, serta terus menambah fleksibilitas pasokan melalui penguatan infrastruktur gas bumi termasuk LNG,” lanjut Hery.
Selain keandalan operasi, PGN terus memperkuat fleksibilitas pasokan melalui pengembangan infrastruktur gas bumi, termasuk pemanfaatan liquefied natural gas (LNG), gas alam cair yang disimpan dalam suhu sangat rendah agar mudah didistribusikan ke wilayah yang belum terjangkau pipa. Upaya ini sejalan dengan strategi bisnis Grow–Adapt–Step Out yang tengah dijalankan perusahaan.
Baca Juga
Gas Bumi Bukan Cuma Buat Masak, PGN (PGAS) Ungkap Potensi Besarnya
Strategi tersebut mencakup perluasan jaringan gas rumah tangga, pembangunan pipa bahan bakar minyak Cikampek–Plumpang, revitalisasi tangki LNG Arun, serta pembangunan fasilitas injection point untuk pengembangan biomethane, gas hasil pengolahan limbah organik yang lebih ramah lingkungan.
Dengan pengalaman panjang dalam mengelola jaringan gas bumi nasional, PGN berkomitmen menghadirkan energi bersih, aman, dan berkelanjutan bagi kebutuhan masyarakat serta mendukung ketahanan energi nasional. Perusahaan menilai penguatan infrastruktur dan digitalisasi menjadi kunci untuk menjaga pasokan tetap andal di tengah tantangan permintaan yang terus tumbuh.

