Simak Peta Jalan Kewirausahaan yang Diserahkan Hipmi kepada Presiden
JAKARTA, investortrust.id - Dalam rangka mendukung visi Indonesia Emas 2045, Hipmi menyusun peta jalan kewirausahaan dan UMKM, sebagai masukan strategis kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hipmi juga mengangkat pentingnya pendidikan kewirausahaan di Tanah Air.
"Peta jalan ini menguraikan secara komprehensif potensi serta tantangan yang dihadapi pelaku UMKM dan wirausaha muda di Indonesia, serta menyodorkan arah kebijakan yang menurut Hipmi perlu menjadi perhatian pemerintah. Inti dari usulan tersebut adalah perlunya pendekatan yang menyeluruh mulai dari aspek pendidikan, pembiayaan, teknologi, hingga kolaborasi lintassektor," kata Ketua Umum BPP Hipmi Akbar Buchari dalam keterangan di Jakarta, Kamis (12/06/2025).
Kurikulum Nasional Sejak Usia Dini
Hipmi menegaskan, pendidikan kewirausahaan harus diintegrasikan ke dalam kurikulum nasional sejak usia dini, bukan sebatas pelatihan tambahan atau program pilihan. Hal ini yang akan mendukung terwujudnya Indonesia menjadi negara maju tahun 2045.
"Kalau kita ingin Indonesia jadi negara maju pada 2045, kita harus memulainya dari sekolah dasar dan menegah. Kita harus mencetak generasi yang kreatif, tahan banting, dan mampu melihat peluang. Kewirausahaan itu bukan hanya soal bisnis, tapi soal pola pikir dan cara pandang,” ujar Akbar.
Selain itu, Hipmi mendorong penguatan akses pembiayaan yang lebih inovatif dan inklusif bagi UMKM, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan usaha di berbagai sektor. Dukungan terhadap infrastruktur digital, kemudahan akses pasar, serta perlindungan hukum juga menjadi bagian dari narasi peta jalan ini.
Baca Juga
Hipmi juga menekankan pentingnya membangun jejaring kolaboratif antara pelaku usaha, pemerintah, dan dunia internasional. Diplomasi ekonomi, menurut Akbar, tidak boleh hanya menjadi domain kementerian, tetapi juga harus melibatkan pengusaha muda sebagai duta pertumbuhan dan inovasi Indonesia di mata dunia.
Ketua Bidang UMKM, Koperasi, dan Kewirausahaan BPP Hipmi Arief Satria Kurniagung berharap, peta jalan yang mereka tawarkan itu dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi jangka panjang. “Peta jalan ini bukan hanya rangkuman ide, tapi cermin aspirasi pelaku usaha muda di seluruh Indonesia. Kami ingin pemerintah melihat kewirausahaan sebagai fondasi strategis menuju Indonesia Emas 2045. Ini adalah momentum untuk menyatukan arah, agar kebijakan pemerintah dan semangat pengusaha muda bisa bergerak seiring,” ujar Arief.
Menurutnya, peran UMKM dan wirausaha muda tidak bisa dilepaskan dari transformasi ekonomi nasional. Wirausaha muda ini akan menciptakan solusi konkret.
"Dari tangan-tangan mereka lahir solusi konkret, lapangan kerja baru, dan inovasi yang menjawab kebutuhan zaman. Peta jalan ini kami susun sebagai bentuk tanggung jawab intelektual dan moral Hipmi dalam membangun masa depan bangsa,” tutur Arief.

