Beredar Isu Perubahan Posisi Dirjen, Pimpinan Kemenkeu Bungkam
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati enggan menanggapi isu rotasi di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sebelumnya beredar isu, posisi Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak dan Dirjen Bea Cukai akan diganti.
Sri Mulyani memilih tak memberikan jawaban saat ditanya awak media mengenai pergantian posisi jabatan strategis di lingkungan kementerian yang dia pimpin. Dia meninggalkan awak media tanpa merespons pertanyaan tersebut.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara juga tidak dapat memastikan terjadinya rotasi jabatan eselon I di Kemenkeu. Meski begitu, dia memberi sinyal pergantian dan penetapan eselon I di Kemenkeu akan diumumkan pada waktunya.
"Pasti diumumkan, (kapan) pada saatnya diumumkan. Nanti akan diumumkan," kata Suahasil.
Baca Juga
Informasi yang berkembang mengabarkan adanya perubahan posisi Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang saat ini dipegang oleh Askolani, disebut-sebut akan dijabat Letnan Jenderal (Letjen) TNI Djaka Budi Utama. Sosok Djaka, kini menjabat sebagai Sekretaris Utama di Badan Intelijen Negara (BIN).
Sementara itu, posisi Direktur Jenderal Pajak yang diduduki oleh Suryo Utomo dikabarkan akan digantikan oleh Bimo Wijayanto, mantan Tenaga Ahli Utama di Kedeputian II Kantor Staf Presiden. Bimo sebelumnya menjabat sebagai Asisten Deputi Investasi Strategis di Kemenko Marves.
Saat ditanya mengenai nama-nama tersebut, Suahasil kembali menegaskan bahwa informasi itu akan diumumkan pada waktunya. "Nanti akan diumumkan," ujarnya.
Sementara Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo saat ditemui di komplek parlemen memilih untuk tidak berkomentar, dan menyampaikan bahwa semua informasi akan diumumkan.
"Aku enggak komentar macem-macem ya. Nanti akan diumumkan," jawab Suryo.

