Sri Mulyani Siapkan RAPBN 2025 yang Lebih Tajam Jelang Pemilu
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) untuk Rancangan APBN (RAPBN) 2025 yang lebih tajam.
Rapat tertutup yang digelar pada Senin (12/02/2024) itu diunggah Sri Mulyani di Instagram pribadinya @smindrawati. “Pembahasan KEM-PPKF ini merupakan bagian dari langkah awal perancangan APBN 2025,” kata Sri Mulyani, dikutip Selasa (13/02/2024).
Baca Juga
Ini Dia Asumsi Makro RAPBN 2024 yang Disepakati Komisi VII DPR dan Menteri ESDM
Sri Mulyani mengatakan, APBN 2025 diharapkan dapat menjadi instrumen penting untuk menjawab tantangan pembangunan Indonesia. Untuk itu, dia meminta agar perencanaan APBN 2025 dipertajam.
“Saya meminta agar perencanaan APBN kali ini semakin dipertajam, khususnya agar APBN mampu menjawab berbagai masalah struktural maupun fundamental, juga berbagai harapan dari masyarakat Indonesia,” kata dia.
Dalam Public Lecture Indonesia Project dan The Australian National University pada 12 Desember 2023, Sri Mulyani mengatakan, perekonomian Indonesia harus tumbuh di kisaran 6-7%. Target kenaikan ini untuk mengejar mimpi Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045.
“Jadi, untuk mencapai pertumbuhan 6-7% tentunya memerlukan kombinasi kebijakan fiskal, tidak boleh hanya berasal dari sumber daya pemerintah. Indonesia tidak bisa memiliki pertumbuhan yang tinggi tapi dengan defisit yang juga tinggi. Ini tidak akan berkelanjutan. Mungkin baik-baik saja dalam jangka pendek, namun tidak baik dalam jangka menengah,” ujar dia.
Baca Juga
Jokowi Perintahkan Menkeu Blokir Anggaran Belanja K/L Rp 50 Triliun 2024
Hingga saat ini, kata Sri Mulyani, APBN telah berperan penting sebagai peredam guncangan (shock absorber), menjaga stabilitas nasional, hingga mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang solid.
Dia menegaskan, APBN akan terus hadir melindungi masyarakat, menjaga momentum pemulihan ekonomi, terutama dalam merespons berbagai ketidakpastian perekonomian global.
“APBN digunakan untuk memberikan layanan dasar, seperti imunisasi, vaksinasi kepada seluruh anak di Indonesia hingga daerah terpencil,” kata dia.

