Investasi Rp 30 Triliun, Jokowi Groundbreaking Kawasan Industri Pupuk Pertama di Indonesia Timur
FAKFAK, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan groundbreaking kawasan industri pupuk pertama di kawasan Indonesia Timur, dengan investasi sekitar Rp 30 triliun. Proyek Kawasan Industri Pupuk Fakfak ini juga menjadi kawasan industri pupuk yang dibangun di Indonesia setelah 40 tahun, atau terakhir dibangun pada tahun 1982 di Aceh.
“Sudah 40 tahun, kita memiliki 5 industri pupuk dan semua di kawasan barat (Indonesia), di kawasan timur belum ada. Oleh sebab itu, saat mendengar rencana ini, saya tekankan langsung eksekusi, agar kawasan timur juga memiliki industri pupuk,” ucap Jokowi dalam keterangan pada Jumat (24/11/2023), usai groundbreaking kawasan industri pupuk di Fakfak, Distrik Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Baca Juga
Pupuk Indonesia Ungkap Manfaat Penerapan SNI, Siap Bersaing ke Pasar Global
Nantinya, lanjut Kepala Negara, Indonesia juga mempunyai rencana besar untuk membangun food estate, lumbung pangan, di Provinsi Papua. Pembangunan food estate ini diharapkan dimulai awal tahun depan.
"Kalau dimulai tidak di-back up oleh industri pupuknya juga akan berat. Ini sebuah rencana besar yang saling mendukung, sehingga Tanah Papua akan semakin makmur," tandas Jokowi.
Pada peresmian groundbreaking pembangunan pabrik pupuk tersebut, Presiden didampingi Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
Pemerataan Ekonom
Jokowi menegaskan, pembangunan industri tersebut juga dalam rangka mendorong terwujudnya pemerataan ekonomi, hingga ke Indonesia bagian Timur. "Pemerintah terus berupaya meningkatkan faktor-faktor pendorong ekonomi, dengan menetapkan beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Indonesia Timur," ucapnya.
Baca Juga
Tingkatkan Produktivitas, Pupuk Indonesia Gelar Revamping Pabrik Ammonia
Sebagai putra daerah, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia merasa sangat bangga atas kesediaan Presiden RI untuk turun langsung meresmikan prosesi groundbreaking Proyek Kawasan Industri Pupuk Fakfak. Bahlil mengungkapkan bahwa industri pupuk ini berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Papua Barat, khususnya di Kabupaten Fakfak.
“Kawasan dengan luas 2.000 hektare, 500 hektarenya dikelola oleh Pupuk Indonesia, ini akan dibangun dengan nilai investasi Rp 30 triliun, yang akan dikawal langsung oleh Kementerian Investasi/BKPM dan BUMN. Tugas kami di sini adalah untuk segera mengeksekusi kerja-kerja konstruksi. Untuk masyarakat, saya katakan bahwa hak Anda tidak akan dikurangi. Jadi, tolong, mari sukseskan bersama dan ini bisa jadi penyuplai pupuk di kawasan timur, untuk lumbung pangan nasional kita,” ungkap Bahlil.
Bahlil menjelaskan, pembangunan kawasan industri pupuk itu di lahan seluas 2.000 hektar, yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2028. "Kapasitas produksi untuk produk amonia sebesar 2.500 metrik ton per hari (MTPD) dan urea sebesar 3.500 MTPD. Dengan rencana investasi sekitar Rp 30 triliun, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Papua Barat, melalui peningkatan nilai tambah (value added) terhadap komoditas gas bumi yang dimiliki tanah Papua. Selain itu, menciptakan lapangan pekerjaan, pemberdayaan masyarakat, serta mendukung program ketahanan nasional," imbuhnya.
