Serangan Iran ke Israel Jadi Momentum Tepat Evaluasi DHE SDA
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebut serangan Iran ke Israel beberapa hari lalu menjadi momentum yang tepat untuk mengevaluasi Dana Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Dia mengatakan, evaluasi DHE SDA yang seharusnya dilakukan awal April 2024 terhambat karena terhalang libur Lebaran.
“Memang momennya tepat. Dengan kita ada potensi eskalasi konflik di Timur Tengah, kita makin berkepentingan untuk menjaga DHE kita,” kata Susi, sapaannya, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/4/2024).
Baca Juga
HSBC Indonesia Optimistis Pelemahan Rupiah Tidak Ubah Perilaku Nasabah Tajir
Susi mengatakan evaluasi DHE digelar tiap tiga bulan sekali. Saat ini, kepatuhan eksportir terhadap penempatan DHE di dalam negeri telah mencapai 95%.
“Cuma kan jumlah rekening khusus (reksus) dengan jumlah yang diretensi sedang kita evaluasi,” ucap dia.
Pertimbangkan Beberapa Sektor Hilirisasi
Susi mengatakan, rencananya evaluasi akan mempertimbangkan beberapa sektor hilirisasi. “Sektornya mulai kehutanan, pertambangan, perikanan. Itu kan ada hilirisasinya juga di sektor itu,” ujar dia.
Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi term deposit valuta asing (TD valas) DHE hingga 20 Februari 2024 senilai US$ 1,95 miliar. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, perusahaan yang menempatkan DHE SDA di TD valas terus bertambah.
Baca Juga
Asing Net Sell Saham Rp 0,72 Triliun Kamis, di SBN Rp 1,12 Triliun
Destry menyebut total eksportir yang menempatkan DHE SDA pada Februari 2024 di TD valas berjumlah 158 perusahaan. Angka ini naik dari eksportir yang menempatkan DHE SDA bulan sebelumnya sebanyak 156 perusahaan.

