Menkeu Bertemu Dubes AS, Mirae Proyeksikan IHSG Rebound 6.600
JAKARTA, investortrust.id - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bergerak dikisaran 6.000 - 6.600 dalam jangka pendek, di tengah sentimen global yang mempengaruhi pasar saham Indonesia. Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah melakukan pertemuan (courtesy meeting) dengan Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) untuk Indonesia HE Kamala Shirin Lakhdhir, yang antara lain membahas pengenaan kenaikan tarif impor tinggi oleh AS terhadap produk RI.
Di sisi lain, Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto juga menyarankan para investor untuk tetap mewaspadai potensi fluktuasi indeks yang tinggi. "Untuk IHSG jangka pendek, tadinya dengan adanya intervensi mungkin sekitar 6.000-6.500, mungkin bisa sampai 6.600. Agak-agak susah sekarang, soalnya fluktuasinya sangat tinggi. Ya mudah-mudahan dengan adanya intervensi tadi nggak bisa di bawah 6.500," katanya di Kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (17/04/2025).
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia menjelang penutupan, IHSG bergerak ke level 6.418,91. Indeks menguat 0,30%.
Baca Juga
Sepekan ANTM Melesat 19,33%
Di era perang tarif tinggi yang disulut Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rully mengungkapkan ada saham yang layak dicermati, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Pasalnya, menurut Rully, saat ini harga komoditas emas terus meningkat, sehingga emiten tambang emas layak untuk dilirik.
Berdasarkan data tradingeconomics.com, harga emas bertahan di atas US$ 3.330 per troy ons troy pada hari Kamis (17/04/2025), setelah melonjak lebih dari 3% dalam sesi sebelumnya Hal ini didorong oleh permintaan akan aset tempat perlindungan di tengah ketidakpastian yang berlanjut lantaran kebijakan proteksionisme perdagangan AS.
"Sementara ini, dalam jangka pendek (aset perlindungannya) yakni emas dan mungkin salah satu emiten yang kini harga sahamnya lagi mengalami tren kenaikan itu ÁNTM. Memang, yang masih dalam cover kami itu ANTM, jadi kami masih rekomendasi ANTM. Overall, secara sentimen pasti juga akan positif dengan kenaikan harga emas," ujarnya.
Baca Juga
Berdasarkan data BEI, saham ANTM meningkat 15 poin (0,78%) ke level Rp 1.945 pada perdagangan sesi II Kamis, (17/05/2025). Sementara itu, dalam sepekan saham ANTM melesat 19,33%.
Di tempat terpisah, pengamat komoditas dan pasar uang Ibrahim Assuaibi memaparkan, lonjakan harga emas di pasar spot maupun berjangka membuat masyarakat Indonesia berbondong-bondong membeli emas Antam, karena yakin harga logam mulia ini akan terus naik. Mengutip website Logam Mulia, harga emas Antam Kamis (17/4/2025) hari ini menyentuh Rp 1.975.000 per gram.
Melihat fenomena sosial tersebut, ia menilal hal ini wajar. Menurut dia, masyarakat juga sudah pintar membaca situasi perekonomian yang sedang terjadi.
Ibrahim memperkirakan kenaikan harga emas masih akan terus berlanjut. Bahkan, menurut dia, tidak menutup kemungkinan di kuartal ketiga tahun ini, harga emas di pasar spot bisa menyentuh US$ 3.600 per ons troy.
“Saya kemarin memprediksi harga emas dunia kemungkinan di US$ 3.400 per ons troy di kuartal ketiga. Ini ada perubahan lagi, kalau seandainya di minggu ini US$ 3.300 sudah tercapai, ya ada kemungkinan besar US$ 3.600 di kuartal ketiga akan tercapai,” ucap dia di Jakarta saat dihubungi Investortrust, Kamis.
IHSG dan Rupiah Kompak Menguat
Sementara itu, sejak pembukaan perdagangan Kamis pagi, rupiah maupun IHSG kompak menguat. Rupah tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat maupun terhadap hard currency lain yen Jepang.
Penguatan mata uang Garuda ini terjadi di tengah indeks dolar rebound. Berdasarkan data TradingView, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 5 poin atau 0,03% ke level Rp 16.814 per dolar AS, Kamis (17/04/2025) pukul 09.56 WIB. Namun, mata uang Garuda masih terdepresisiasi 4,12% terhadap geenback secara year to date.
Kamis sore, berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI), kurs rupiah menguat 12 poin (0,07%) ke level Rp 16.833 per dolar AS. Kurs rupiah sebelumnya di posisi Rp 16.845 per dolar AS kemarin.

