Nothing to Lose, Trump Berlakukan Tarif Resiprositas Putaran II kepada Cina
Oleh Anthony Budiawan,
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)
INVESTORTRUST.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor dasar 10% atas barang dari seluruh mitra dagang di dunia pada 2 April 2025, yang berlaku efektif 5 April waktu setempat. Kemudian, pada 9 April waktu AS, diberlakukan tarif resiprositas yang besarnya berbeda untuk setiap negara, misalnya Indonesia sebesar 32% dan Singapura 10%
Namun, Cina dikenakan tarif resiprositas 34% ditambah bea masuk yang diberlakukan sebelumnya 20%, menjadi total 54%. Ini merupakan tarif tertinggi dari semua negara.
Tentu saja, Cina merasa harus menunjukkan kekuatannya. Cina tidak bisa diperlakukan ‘sewenang-wenang’ oleh pihak mana pun. Pada tanggal 4 April, Tiongkok mengumumkan pembalasan, atau retaliasi, dengan mengenakan tarif resiprositas sebesar 34% terhadap semua produk Amerika.
Retaliasi RRT tersebut dapat dipahami sebagai pengakuan secara tidak langsung bahwa Cina hanya dapat menerima kenaikan tarif impor sebesar 20%. Jangan 54%.
Antara mengejutkan dan tidak, Trump kemudian memberlakukan retaliasi kembali, menghidupkan mesin tarif resiprositas putaran kedua kepada Cina. Besarnya tidak tanggung-tanggung, 50%. Sehingga, total tarif impor produk Tiongkok ke Amerika mencapai 104%. Berikutnya, hari ini, Cina kembali melakukan retaliasi pengenaan tarif barang AS hingga 84% mulai Kamis, 10 April 2025.
Baca JugaIndonesia Tak Perlu Kirim Tim Negosiasi Kebijakan Tarif Trump
Trump Tidak Mundur
Hal ini menunjukkan, Trump sangat serius dengan kebijakan tarif resiprositasnya. Tekad Trump untuk mengurangi defisit neraca perdagangan AS tidak bisa ditawar. Bagi Trump, tidak ada titik mundur.
Trump meyakinkan rakyat Amerika, “Kita pasti akan memperoleh kesepakatan yang adil dengan semua negara. Kalau tidak, kita tidak perlu berbisnis lagi dengan mereka.” (https://au.finance.yahoo.com/news/trump-tariffs-live-updates-us-moves-forward-with-104-china-tariffs-other-reciprocal-duties-191201481.html)
Bagi Trump, kalau Amerika tidak berbisnis lagi dengan dunia luar, negara adidaya ini tidak akan rugi. Amerika bisa ‘menghemat’ US$ 1 triliun setiap tahun.
Yang jelas, tarif resiprositas putaran kedua ini akan membawa potensi resesi ekonomi dunia semakin dalam. Permainan pun belum selesai.
Ini jauh dari selesai. Mungkin, masih ada negara yang akan mengikuti jejak Cina untuk melakukan retaliasi kepada Amerika. Apalagi, Cina telah mengumumkan pembalasan lagi tarif resiprositas putaran kedua Trump.
Kita hanya bisa menonton, sambil was-was. Nasib setiap orang di dunia dipertaruhkan di sini, dan pasti dalam posisi terjepit. Apa pun hasilnya, dunia akan terhimpit resesi.
9 April 2025

