Industri Perkayuan Digempur Mebel Impor, RI Bisa Merugi Rp 18 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menyebutkan, industri mebel tengah menghadapi gempuran produk furnitur dan sejenisnya dari luar negeri. Bahkan lonjakan impor sepanjang 2024 mencapai 16,64%.
HIMKI mengungkapkan, dari lonjakan 16,64%, total produk mebel yang masuk ke Indonesia nilainya diperkirakan US$ 1,2 miliar atau setara Rp 18 triliun (kurs Rp 15.000 per dolar pada tahun lalu).
Baca Juga
Ekspor Mebel RI Berpotensi Anjlok Jika AS Pasang Tarif Impor, HIMKI: Pemerintah Harus Gerak Cepat
Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan, tekanan industri mebel dikhawatirkan akan semakin dalam apabila Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menerapkan tarif impor sebesar 25% mulai 2 April 2025 terhadap impor produk kayu, termasuk mebel dan kerajinan dari Indonesia "Ngeri kan? Ekspor kita sudah mulai terancam," ucap Abdul Sobur pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (25/3/2025).
Sobur menyebutkan, mayoritas produk mebel impor yang masuk ke Tanah Air didominasi China. Barang-barang tersebut masuk ke toko-toko ritel furnitur besar di dalam negeri, sehingga sulit untuk dibendung.
Baca Juga
Jika Kena Tarif Impor AS 25%, Nilai Ekspor Mebel RI Berpotensi Raib US$1,4 Miliar
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Sobur mengaku sempat meminta antisipasi kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memindahkan pelabuhan masuknya barang-barang, yakni Tanjung Priok ke luar Pulau Jawa.
"Supaya mereka (China) tidak mudah mengakses. Namun, rupanya itu terkendala. Katanya (Kemendag) enggak bisa melakukan seperti itu, paling melakukan safe guard begitu ya," ungkap Sobur.

