Rupiah Pagi Ini Tertekan, Danantara Effect Butuh Waktu?
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah terhadapa dolar Amerika Serikat (AS) tertekan dalam pembukaan perdagangan Selasa (25/3/2025) pagi, setelah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengumumkan susunan pengurusnya Senin (24/3/2025).
Berdasarkan data Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak melemah 25 poin (0,15%) ke level Rp 16.574 per dolar AS.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, tertekannya rupiah tidak lepas dari sentimen global yang datang dari negeri Paman Sam. The Fed AS menegaskan kembali bahwa mereka tidak terburu-buru memangkas suku bunga, meskipun mengisyaratkan dua kali penurunan hingga akhir tahun ini.
Baca Juga
Indeks Dolar Menguat dan Asing Keluar, Bagaimana Nasib Rupiah?
Ketua The Fed Powell meremehkan kekhawatiran bahwa tarif dagang oleh Presiden AS Donald Trump dapat memicu kembali inflasi. "Powelll menyebut dampaknya hanya sementara," kata Andry Asmoro dalam laporan tertulis, Selasa (25/3/2025).
Namun, proyeksi FOMC menunjukkan revisi ke bawah pada pertumbuhan. Sementara pengangguran cenderung lebih tinggi sehingga mendorong pasar memperkirakan tiga kali penurunan suku bunga The Fed pada tahun ini.
"Indeks dolar (DXY) naik menuju 104,3, mencapai level tertinggi sejak 4 Maret, karena investor menilai data PMI (Purchasing Manager Index) terbaru dan menunggu kejelasan kebijakan perdagangan Presiden Trump menjelang batas waktu 2 April untuk tarif timbal balik," ungkap Andry.
Di sisi lain, survei terbaru mengungkapkan bahwa aktivitas bisnis AS meningkat pada Maret, dengan pemulihan signifikan pada sektor jasa yang mengimbangi penurunan manufaktur. Namun, ekspektasi bisnis tahun mendatang turun ke level terendah kedua sejak Oktober 2022, karena kekhawatiran permintaan, tarif, dan perubahan kebijakan pemerintahan.
Danantara
Dari dalam negeri, CEO BPI Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengumumkan struktur pengurus sovereign fund raksasa yang merupakan inisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Baca Juga
Menurut Rosan, dia dibantu headhunter dalam memilih nama-nama sebagai bagian pengurus Danantara. Pihaknya telah melakukan rangkaian seleksi, termasuk wawancara.
Rosan membeberkan Danantara memiliki dewan pengawas yang beranggotakan Erick Thohir sebagai menteri BUMN, Muliaman Hadad, menteri sekreratis negara (mensesneg) serta para menteri koordinator (menko).
Kemudian Rosan juga memperkenalkan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebagai dewan pengarah Danantara Indonesia. Lalu ada dewan penasehat yang beranggotakan nama eks Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra. Pengalaman Thaksin memimpin Thailand diharapkan akan berdampak positif terhadap kinerja Danantara Indonesia.

