AS Mundur, Jerman dan Jepang Teruskan Komitmen Energi Bersih Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, Jerman dan Jepang akan menjadi pemimpin bersama Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia. Dua negara ini bakal berbagi peran dalam pembiayaan JETP setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris atau Paris Agreement pada 27 Januari 2026.
“Pertemuan ini adalah komitmen dari Jerman dan Jepang untuk tetap menjadi co-lead JETP walaupun Amerika mengundurkan diri,” kata Airlangga, di kantornya, Jakarta, Senin (24/3/2025).
Baca Juga
Percepat Dekarbonisasi Industri, Pemerintah Bentuk Satgas Transisi Energi
Perubahan kepemimpinan ini, kata Airlangga, tak mengubah rencana pendanaan ke JETP Indonesia. Negara mitra tetap sepakat menggulirkan dana US$ 20 miliar untuk transisi energi. “Tidak ada perubahan pendanaan,” ujar dia.
Pemerintah Indonesia dan International Partners Group (IP) meluncurkan JETP pada 16 November 2022. Dua negara yang memimpin kemitraan ini, yaitu Jepang dan AS. Selain dua negara ini, terdapat kemitraan dengan Kanada, Denmark, Uni Eropa, Jerman, Prancis, Norwegia, Italia, Inggris Raya, dan Irlandia Utara. Selain IPG, kerja sama JETP juga didukung Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ) dan Bank Dunia.
Meski ditinggal AS, Airlangga menjelaskan, JETP akan terus berlanjut sehingga mendukung transisi energi di Indonesia menuju net zero emission (NEZ) pada 2060 atau lebih cepat. “Indonesia tetap menetapkan target 31,89% secara mandiri (NEZ) dan hingga 43% dengan dukungan internasional pada 2030,” kata dia.
Satgas TEH
Merespons percepatan transisi energi bersih, pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi dan Ekonomi Hijau (Satgas TEH) berdasarkan Keputusan Menko Perekonomian Nomor 141 Tahun 2025. Satgas ini memiliki empat klaster kerja dengan fokus energi hijau, industri hijau, kemitraan dan investasi hijau, serta pengembangan sosial, ekonomi, dan sumber daya manusia.
Baca Juga
PLN Dapat Hibah 6,5 Juta Euro dari Uni Eropa dan Prancis untuk Transisi Energi
Dahulu, satgas ini bernama Transisi Energi Nasional (TEN) yang berada di bawah Kementerian bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves). “Jadi ini satgas baru untuk mempercepat proses JETP dan sekretariat tetap (di Kemenko Perekonomian). Ini untuk koordinasi antarkementerian terkait,” ujar dia.
Kepala Utusan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Nagai Katsuro mengatakan, sebagai bagian dari anggota IPG, Jepang bersyukur pada inisiatif Pemerintah Indonesia terhadap JETP. “Kami menunjukkan komitmen kuat dengan tetap bergabung untuk mengerjakan transisi energi demi masa depan Indonesia,” ujar Nagai.

