Penyaluran Pupuk Bersubsidi 1,6 Juta Ton, Melonjak 33%
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyebut penyaluran pupuk bersubsidi sampai 22 Maret 2025 sebanyak 1,6 juta ton. Angka itu meningkat 33% dibandingkan tahun lalu sebanyak 1,2 juta ton.
"Ini artinya peningkatan cukup signifikan, sebesar sepertiga atau 33%. Ketersediaan dan keterjangkauan pupuk menjadi prioritas, karena pemerintah tengah mencanangkan mencapai swasembada pangan," ucap Rahmad saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Senin (24/03/2025).
Baca Juga
Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok Sempat di Bawah 6.000, Nyaris Trading Halt
Kontribusi 62% dari Produktivitas Pertanian
Rahmad menjelaskan, pupuk memiliki kontribusi 62% dari produktivitas pertanian. "Dan, pupuk subsidi menurunkan biaya produksi dari 23% menjadi 9%. Tentu ini menjadi sangat penting terkait ketersediaan dan keterjangkauan pupuk, tak terkecuali terhadap pupuk bersubsidi yang dibutuhkan para petani," tuturnya.
Rahmad mengatakan, petani yang telah menebus pupuk bersubsidi pada 1 Januari 2025 secara serempak merupakan salah satu historis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Demi memenuhi kebutuhan petani, Rahmad memastikan stok atau ketersediaan pupuk memadai, yakni hingga kini sebanyak 1,6 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,2 juta ton adalah pupuk bersubsidi.
"Stok yang kami miliki saat ini sebesar 1,6 juta ton pupuk, dimana sebesar 1,2 juta tonnya adalah pupuk bersubsidi," tutur Rahmad.
Baca Juga

