Survei Indikator: Masyarakat Yakin Ekonomi Indonesia dalam Kondisi Baik
JAKARTA, Investortrust.id - Survei lembaga Indikator Politik Indonesia mengungkap masyarakat yakin perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi baik. Hal itu terpotret dalam survei yang dirilis hari ini, Selasa (23/1/2024).
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menjelaskan survei ini dilaksanakan pada 30 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024. Responden yang mengatakan kondisi ekonomi Indonesia baik saat ini mencapai 31,4%.
Sementara sebagian besar responden yakni 41,7% menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini dalam taraf sedang-sedang saja. Sedangkan responden yang menyatakan ekonomi Indonesia dalam kondisi buruk 26,4%.
Baca Juga
Secara tren, jumlah responden yang menyatakan kondisi perekonomian Indonesia dalam taraf baik meningkat dibanding survei sebelumnya pada 23 November 2023 hingga 1 Desember 2023. Saat itu responden yang menyatakan perekonomian Indonesia baik hanya 26,3% dan yang menyatakan buruk 32,2%.
"Jadi di survei hari ini mulai crossing, yang menyatakan perekonomian Indonesia baik sudah lebih banyak daripada yang mengatakan buruk, meskipun selisihnya masih tipis," ujar Burhanuddin dalam rilis survei yang ditayangkan secara daring, Rabu (23/1/2024).
Jika di-breakdown, lebih banyak responden perempuan yang menyatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini baik yakni 33,7% dibanding laki-laki 29,1%. Sementara jika dilihat dari generasinya, Gen Z paling optimistis dengan kondisi ekonomi saat ini yaitu 40,7% disusul Boomers (30,1%), Gen X (29%), dan Millenials (28,5%).
Lalu dari segi pendapatan, responden dengan pendapatan di atas Rp 4 juta paling banyak menyatakan perekonomian Indonesia baik dengan persentase 36,8%. Disusul masyarakat dengan pendapatan Rp 1 juta hingga Rp 2 juta (32,8%), Rp 2 juta hingga Rp 4 juta (30,2%), dan kurang dari Rp 1 juta (27,1%).
Baca Juga
BI Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh hingga 5,5% di 2024, Ternyata Ini Pendorongnya
Dari segi geografis, lebih banyak masyarakat pedesaan yang menyatakan kondisi ekonomi Indonesia baik yakni 35,2%. Sedangkan hanya 27,6% responden di perkotaan yang menyatakan kondisi Indonesia baik.
"Ini menarik buat saya untuk dielaborasi lebih jauh. Apakah karena efek bantuan sosial (bansos) atau karena masyarakat pedesaan secara kultur memang lebih mudah bersyukur," tuturnya.
Indikator Politik Indonesia juga mengukur kepuasan masyarakat terhadap perekonomian berbasis pilihan di Pilpres 2024 dan partai. Dari responden yang sudah menentukan pilihannya, pemilih Prabowo-Gibran paling puas dengan kondisi ekonomi saat ini yaitu 34,5%.
Sedangkan pemilih Anies-Muhaimin paling banyak menyatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini buruk dengan 33,1%. Dari pilihan partai, pemilih PDIP paling puas dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini, dan pemilih PKS sebagai pengusung Anies-Muhaimin paling banyak menyatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini buruk (39%).
Survei ini melibatkan 4.560 responden. Sebanyak 1.200 responden dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional dengan 13 provinsi yang oversample yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, dan NTT.
Margin error sekitar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan sampel terpilih diwawancarai dengan tatap muka.

