Wamenperin Bantah Ada Perlambatan Ekonomi di Kuartal-I 2025
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menepis anggapan terjadinya perlambatan perekonomian di awal tahun 2025. Bantahan itu disampaikan Faisol usai menghadiri rapat koordinasi akselerasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta.
“Enggak, belum. Masih bagus,” kata Faisol, Kamis (27/2/2025).
Faisol mengatakan berdasarkan indikator Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur dan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) masih terlihat ekspansi dari sektor ini.
Sementara itu, Faisal mengatakan rapat juga membahas daya beli masyarakat. Untuk meningkatkan daya beli, pemerintah menyiapkan sejumlah insentif dan skema untuk masyarakat.
Baca Juga
Indeks Kepercayaan Industri Februari 2025 Ekspansi, Dua Sektor Ini Paling Moncer
“Dan bantuan yang bisa mendorong semua tetap terjaga daya belinya,” ujar dia
Sehari sebelumnya, ekonom dan tim asistensi Menteri Koordinator bidang Perekonomian Raden Pardede menjelaskan munculnya perlambatan daya beli masyarakat pada Januari 2025. Indikasi ini muncul dari beberapa data perbankan dan industri.
“Agak mix, tapi yang jelas kita lihat, bahwa terlihat slowdown, terlihat perlemahan di bulan pertama ini, di Januari,” kata Raden, di CNBC Indonesia Economic Outlook 2025, Rabu (27/2/2025).
Meski demikian, Raden menyebut perlemahan ini dapat terjadi karena perbandingan dengan Januari 2024. Sebab, pada bulan tersebut, terjadi kenaikan signifikan dari belanja pemilu.
“Ada sesuatu yang luar biasa di situ. Jadi, itu juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi. Tapi, ini early warning indicator yang menyatakan ada pelemahan,” kata dia.

