Kontribusi Industri Pengolahan Melambat, Wamenperin Singgung Soal Ekonomi Global
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan salah satu penyebab melambatnya kontribusi industri pengolahan terhadap pertumbuhan nasional pada kuartal III 2024 dikarenakan kondisi perekonomian global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan menjadi sumber terbesar ke pertumbuhan ekonomi nasional menurut lapangan usaha pada kuartal III-2024, yakni sebesar 0,96%.
Kendati demikian, angka tersebut terbilang menurun atau melambat jika dibandingkan dengan kuartal III-2023 atau secara year on year (yoy) sebesar 1,06%.
Baca Juga
UMKM RI Tertinggal dari Negara Lain, IMA Sarankan Langkah Ini
"Ya memang kan ada masalah supply dan demand, jadi saya kira memang ekonomi global lagi tidak menentu," kata Faisol saat ditemui usai acara 1st Indonesia Seamless Tube Summit, Jakarta, Rabu (6/11/2024).
Kendati demikian, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meyebutkan bahwa industri manufaktur dalam kondisi yang cukup baik. Namun, ia tak menampik kalau di beberapa sektor mengalami kontraksi.
"Tetapi kalau dari hitungan kami di Kemenperin secara umum manufaktur tumbuh itu cukup baik, tapi mungkin di sektor-sektor tertentu saja yang agak tertekan," terangnya.
Baca Juga
IESR Dorong Pemerintah Segera Tetapkan Roadmap Pensiun Dini PLTU Batu Bara
Diketahui, pertumbuhan industri pengolahan pada kuartal III 2024 didorong oleh sejumlah sektor. Di antaranya industri makanan dan minuman tumbuh 5,82% yang ditopang oleh permintaan domestik produk makanan dan peningkatan ekspor produk minuman.
Kemudian, industri logam dasar tumbuh 12,36% sejalan dengan peningkatan permintaan luar negeri untuk logam dasar, khususnya besi dan baja, dan industri barang logam seperti komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik tumbuh 7,29% didorong oleh permintaan luar negeri untuk bahan bangunan dari logam dan komponen elektronik.

