BI Sasar Sektor Perumahan dan Pertanian, Dukung Asta Cita
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkap bank sentral sebagai otoritas moneter bakal terus bersinergi dengan pemerintah guna mewujudkan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut BI nantinya bakal fokus menyasar dua sektor prioritas. yakni perumahan dan pertanian.
Cipta Lapangan Kerja
Perry mengungkap BI memiliki alasan tersendiri memilih dua sektor tersebut sebagai prioritas. Ia mengatakan kedua sektor ini berpotensi mendongkrak terciptanya lapangan pekerjaan.
"Jadi, fokus kami adalah perumahan dan kemudian pertanian. Itu yang kami lakukan fokusnya," katanya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, di Jakarta, Rabu (19/02/2025).
Cipta Lapangan Kerja
Perry mengungkap BI memiliki alasan tersendiri memilih dua sektor tersebut sebagai prioritas. Ia mengatakan kedua sektor ini berpotensi mendongkrak terciptanya lapangan pekerjaan.
"Dengan lapangan kerja yang meningkat, konsumsinya meningkat. Ini mendorong pertumbuhan ekonominya meningkat," sebutnya.
Kemudian ia menjelaskan, baik sektor perumahan maupun pertanian memiliki forward linkage serta backward linkage yang besar. Ia mencontohkan, misi Prabowo yang ingin membangun tiga juta rumah tidak hanya bakal mendorong peningkatan lapangan kerja. Hal ini akan mendorong meningkatnya permintaan komoditas pasir, semen, bata, hingga besi.
"Demikian juga pertanian, kalau pertanian meningkat juga akan mendorong permintaan dari bibit dan segala macam. Hasil pertanian juga akan mendorong ke sektor selanjutnya, ini yang kami terus lakukan untuk yang kebijakan makroprudensial," ujar Perry.
Sementara dalam rangka memperkuat dukungan terhadap program pembangunan tiga juta rumah, Perry menyebut, BI akan menambah insentif melalui kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM). Hal ini, katanya, telah dikoordinasikan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Bank sentral mengalokasikan insentif sebesar Rp 80 triliun melalui skema KLM, yang diperuntukkan mendukung pembangunan tiga juta rumah. Angka tersebut meningkat drastis, dari sebelumnya yang dicanangkan sebesar Rp 23,2 triliun.
"Dan itulah kenapa kami terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah. Salah satunya yang sekarang kami dukung berkoordinasi dengan Bapak Menteri Perumahan," ujar Perry.

