Pengembangan Sektor Produktif Syariah dan Halal Komponen Penting Capai Visi Asta Cita
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan visi pengembangan sektor produktif syariah dan produk halal merupakan komponen penting dalam pencapaian visi Asta Cita yang deigaungkan pemerintahan Prabowo - Gibran.
“Sektor ini menjadi sangat penting dan tentu dalam mencapai visi Asta Cita kedua pemerintah dalam Kabinet Merah Putih,” kata Airlangga, saat gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-11, di JCC, Rabu (30/10/2024).
Airlangga mengatakan ekonomi syariah berpotensi dikembangkan di Indonesia karena penduduk muslim yang mencapai 87%. Dia menyebut berdasarkan Islamic Index, Indonesia berada di bawah Malaysia dan Uni Emirate Arab (UEA).
“Dan tentu arahan presiden, diminta (agar kita mengembangkan, red) bidang investasi syariah, makanan dan minuman halal, fesyen, farmasi, kosmetika, serta wisata ramah muslim,” ujar dia.
Baca Juga
Gubernur BI: 11 Tahun ISEF, Ekosistem Keuangan Syariah Terintegrasi
Sejauh ini, sambung Airlangga, kontribusi ekonomi syariah bagi PDB sebesar 48,71%, telah ikut mendukung pemberdayaan UMKM di Tanah Air.
Selain pengembangan di sektor industri, Airlangga juga menyampaikan pentingnya akse pembiayaan syariah di sektor pembangunan. Ia pun mengapresiasi Bank Indonesia (BI) yang telah mampu menciptakan sistem pembayaran syariah.
“Karena sudah diinisiasi BI, maka saya harapkan ada kerja sama antara BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) dengan BI, dan sebaiknya BI tidak tanggung-tanggung menjadi host bagi digitalisasi traceability,” ucap dia.
Dalam kesempatan yang sama, Menko bidang Perekonomian ini juga berharap kredit usaha rakyat berbasis syariah juga bisa ditingkatkan, termasuk kehadiran angel investor yang memiliki perhatian pada industri berbasis syariah dengan menggelontorkan investasi syariah untuk para perusahaan rintisan.
“Tadi Pak JK (Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla) mengatakan, semua yang terkait kegiatan perekonomian antarmanusia antarbidang itu menjadi bagian dari syariah, dengan demikian ini kita terus dorong,” kata dia.

