IMF Revisi Naik Pertumbuhan Ekonomi AS, Euro Turun, Bagaimana Indonesia?
JAKARTA, investortrust.id – Dana Moneter Internasional (IMF) telah merilis revisi prediksi perekonomian global dan setiap negara untuk tahun ini dan tahun 2025. Ada negara dan kawasan yang direvisi naik, ada yang direvisi ke bawah dibanding perkiraan yang dirilis Januari 2024. Bagaimana dengan Indonesia?
Konselor ekonomi IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, Rabu (17/4/2024) menjelaskan, pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat tahun ini direvisi naik menjadi 2,7%. Revisi naik terjadi di tengah masih kuatnya ekonomi dan inflasi yang tinggi.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi Zona Euro direvisi ke bawah 0,1% menjadi 0,8% untuk tahun ini. Penurunan terjadi karena lemahnya sentimen konsumen dan kemungkinan karena beberapa negara mengalami technical recession, seperti Inggris dan Finlandia.
China tetap dengan perkiraan pertumbuhan tahun ini sebesar 4,6%, tapi tahun depan turun menjadi 4,1%. Hal itu terjadi karena adanya penurunan sektor properti, rendahnya kredit, dan lesunya permintaan domestik.
Pertumbuhan PDB India direvisi ke atas ke level 6,8% tahun ini, karena permintaan domestik yang kuat, didukung oleh meningkatnya populasi penduduk usia kerja.
Bagaimana dengan Indonesia? Prediksi IMF tetap di level 5% untuk tahun ini dan 5,1% pada 2025. Dengan catatan tambahan stance kebijakan fiskal netral. IMF juga memperkirakan inflasi bakal tetap berada di kisaran Bank Indonesia.
Baca Juga
IMF Proyeksikan Inflasi Global Mereda, Pertumbuhan Ekonomi Stabil

