Rupiah Ditutup Mengat Pertengahan Pekan, Fed dan Trump Jadi Penyebab
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat dalam perdagangan hari Rabu (12/2/2025) terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Jisdor Bank Indonesia (BI) merilis mata uang rupiah menguat 16 poin (0,09%) ke level Rp 16.364 per dolar AS.
Sementara pada perdagangan spot valas, Yahoo Finance merilis kurs rupiah tergelincir tipis 1 poin (0,01%) ke level Rp 16.370 per dolar AS. Adapun dalam penutupan perdagangan terakhir, Yahoo Finance menunjukkan kurs rupiah berada pada posisi Rp 16.369 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengungkap investor masih mencerna pengenaan tarif perdagangan yang lebih tinggi oleh Presiden AS Donald Trump minggu ini, yang diperkirakan berpotensi mendukung inflasi dan membebani pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan mendatang. Trump telah mengisyaratkan niatnya untuk mengenakan lebih banyak tarif.
Baca Juga
"Di sisi lain Ketua Federal Reserve Jerome Powell semakin meremehkan ekspektasi untuk penurunan suku bunga," kata Ibrahim melalui keterangan tertulis, Rabu (12/2/2025).
Sementara itu Powell mengatakan kepada Komite Perbankan Senat pada hari Selasa bahwa Fed tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga, mengingat bahwa Fed telah memangkas suku bunga sebesar 1% pada tahun 2024, dan bahwa ekonomi tetap kuat. Komentarnya menggemakan komentar dari pertemuan kebijakan Januari, di mana bank sentral mempertahankan suku bunga tetap dan mengisyaratkan sedikit niat untuk memangkas suku bunga lebih lanjut dalam waktu dekat.
"Ketua Fed akan bersaksi di hadapan Kongres pada hari Rabu, di mana ia kemungkinan akan ditanyai tentang dampak kebijakan Trump terhadap ekonomi dan inflasi," beber Ibrahim.
Beberapa anggota Fed telah memperingatkan bahwa tarif Trump dapat mendukung inflasi. Sebelum kesaksian Powell, data inflasi indeks harga konsumen untuk bulan Januari juga akan dirilis pada hari Rabu. Analis Goldman Sachs mengatakan mereka memperkirakan CPI inti akan sedikit di atas konsensus, yang menunjukkan bahwa inflasi tetap stabil.

