Ketum Kadin Anindya Bakrie Paparkan Strategi Kejar Pertumbuhan Lebih Tinggi
JAKARTA, investortrust.id – Di tengah pertumbuhan ekonomi yang tercatat sebesar 5,03%, Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyebut bahwa strategi ke depan harus lebih fokus pada peningkatan investasi dan daya beli masyarakat untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, salah satunya lewat konsumsi domestik.
Menurut Anin, sekitar 60% pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi domestik, yang sebagian besar berasal dari kelas menengah atas. Oleh karena itu, untuk menjaga daya beli kelompok ini menjadi kunci dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
“Kita harus memastikan konsumsi domestik tetap stabil, terutama dari kelas menengah atas yang menyumbang sekitar 70% dari total konsumsi domestik. Ini penting agar momentum pertumbuhan tetap terjaga,” ujar Anin di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Baca Juga
Kadin Fokus Konsolidasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Sektor Riil
Meskipun konsumsi domestik berperan besar, Ketum Kadin menekankan bahwa peningkatan investasi berbasis ekspor dengan nilai tambah harus menjadi fokus utama agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat secara berkelanjutan.
“Jika ingin naik dari 5% ke 6%, 7%, atau bahkan 8%, kita harus meningkatkan investasi di sektor yang mampu mendorong ekspor dengan nilai tambah,” jelasnya.
Untuk mencapai hal tersebut, Ketum Kadin menilai bahwa Indonesia perlu memperkuat iklim investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Menurut Anin, tahun 2025 akan menjadi tahun persiapan untuk lonjakan pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2026-2027.
Dengan strategi yang tepat Anin optimistis Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat seperti, India yang diproyeksikan tumbuh 6% atau China yang tumbuh 4,5%. (C-13)

