Ekonomi Tumbuh 5,02% Triwulan IV dan 5,03% Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id - Ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% year-on-year pada triwulan IV-2024. Sedangkan sepanjang tahun lalu, ekonomi tumbuh 5,03%.
"Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 5,02 % (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,36%. Sementara itu, Komponen Ekspor Barang dan Jasa pada sisi pengeluaran mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,63%," kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Rabu (05/02/2025).
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan sebelumnya, ujar Amalia, mengalami pertumbuhan sebesar 0,53% (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,63%. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 38,58%.
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,03%, Kontributor Utama Industri Pengolahan
Ia menjelaskan, perekonomian Indonesia 2024 yang diukur berdasarkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 22.139,0 triliun. Sedangkan PDB per kapita mencapai Rp 78,6 juta atau US$ 4.960,3.
"Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03%, melambat dibanding capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,05% (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 9,80%. Sementara itu, pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 12,48%," paparnya.
Kuartal IV, Kontributor Terbesar Pengolahan
Amalia menjelaskan, seluruh lapangan usaha tumbuh positif pada triwulan IV-2024 (y-on-y). Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap
ekonomi yakni Industri Pengolahan, Perdagangan, Pertanian, Konstruksi, dan Pertambangan.
Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yaitu Jasa Lainnya. Hal ini didukung oleh peningkatan aktivitas rekreasi seiring peningkatan jumlah wisatawan
Nusantara dan wisatawan mancanegara.
Berikutnya adalah Jasa Perusahaan. Hal ini ditopang oleh peningkatan aktivitas agen perjalanan, penyelenggaraan tur, dan jasa reservasi lainnya selama periode Nataru 2024 dan peningkatan jumlah jemaah umroh.
Selain itu, Transportasi & Pergudangan. Hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang dan barang pada berbagai moda transportasi terutama saat libur Nataru.
"Pada Triwulan IV-2024, berdasarkan distribusi, Industri Pengolahan menyumbang 19,13% PDB. Sedangkan pertumbuhan secara y-on-y sebesar 4,89%," tutur Amelia.
Sumber Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV
Pada triwulan IV-2024 (y-on-y), Industri Pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi. Ini mencapai 1,00%.
Yang kedua adalah Perdagangan mencapai 0,67%. Ketiga, Konstruksi sebesar 0,58%. Keempat, Infokom sebesar 0,49%.
"Yang lainnya sebesar 2,28%," ungkap Amalia.
Penyumbang Utama Konsumsi Rumah Tangga
Seluruh komponen pengeluaran tercatat tumbuh positif pada triwulan IV-2024 (y-on-y). Penyumbang utama PDB menurut komponen pengeluaran adalah Konsumsi Rumah Tangga.
"Berdasarkan distribusi PDB triwulan IV-2024, Konsumsi Rumah Tangga menyumbang tertinggi 53,71%. Sedangkan pertumbuhannya 4,98% y-on-y," sebut Amalia.
Kontributor kedua adalah pengeluaran Pembentuk Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 30,12%. PMTB tumbuh 5,03%.
Ketiga, Konsumsi Pemerintah menyumbang 9,96%. Konsumsi ini tumbuh 4,17%.
Keempat, sumbangan ekspor 23,36% dikurang impor 21,28%, atau net exports 2,08%. Ekspor tumbuh 7,63%, namun impor tumbuh lebih tinggi yakni 10,36%.
Kelima, Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) menyumbang 1,37%. Pertumbuhannya mencapai 6,06%.
"Pada Triwulan IV-2024 (y-on-y), Konsumsi Rumah Tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 2,62%," paparnya.
Pertumbuhan Tertinggi Maluku & Papua
Amalia menjelaskan ekonomi tahun 2024 tumbuh positif di semua wilayah. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi tertinggi berada di wilayah Maluku & Papua 7,81%.
Sedangkan di Jawa, pertumbuh tercatat 4,92%. Ini di bawah pertumbuhan nasional 5,03%. Pertumbuhan di Sumatera juga hanya 4,45%, di bawah pertumbuhan nasional.
"Untuk Sulawesi tumbuh 6,18%, Kalimantan 5,52%, dan Bali & Nusra 5,04%. Sepanjang tahun 2024, wilayah Bali & Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, serta Maluku & Papua tumbuh di atas ekonomi nasional," tutur Amalia.
Dari sisi produksi, lanjut dia, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi tahun 2024 adalah Industri Pengolahan, Konstruksi, dan Perdagangan. Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas produksi dan permintaan luar negeri.
"Dari sisi pengeluaran, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi tahun 2024 adalah Konsumsi Rumah Tangga dan PMTB. Hal ini tecermin dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan penambahan barang modal untuk aktivitas produksi. Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yaitu Jasa Lainnya, Transportasi & Pergudangan, serta Akomodasi & Makan Minum. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, Konsumsi LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi," paparnya.

