Soal Rupiah Jadi Rp 15.000, Gubernur BI Akan Cermati Penurunan Indeks Dolar
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo terus mencermati indeks nilai tukar dolar terhadap mata uang lainnya (DXY). Selama dua hari terakhir ini DXY menunjukkan penurunan dari 109 menjadi 108.
“Kami akan mencermati ke depan. Ini akan sangat tergantung dari arah kebijakan dari pemerintah Amerika Serikat (AS) dan suku bunga FFR. Kami akan terus menjaga stabilitas dari nilai tukar,” kata Perry, saat rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I 2025, di kantornya, Jakarta, Jumat (24/1/2025).
Perry mengatakan fokus BI saat ini adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Jawaban ini sekaligus merespons potensi rupiah yang diproyeksikan bisa kembali mencapai Rp 15.000 per dolar AS. Langkah stabilitas ini penting untuk pengendalian inflasi.
“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sustainability fiskal dan stabilitas sistem keuangan (sangat diperlukan, red),” ucap dia.
Baca Juga
Upaya Jaga Stabilitas Nilai Tukar Bisa Berujung Ketatnya Likuiditas Perbankan
Perry menyebut fokus stabilisasi nilai tukar rupiah ini sejalan dengan maksud Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyandingkan rupiah dengan beberapa mata uang di negara-negara regional. Rupiah dinyatakan menguat jika dibandingkan mata uang negara-negara maju.
Perry juga menjelaskan terbukanya ruang untuk stabilitas dan penguatan rupiah ke depan. Meski demikian, potensi stabilitas itu sangat ditentukan indeks nilai tukar dolar (DXY).
“Ingat, pada kuartal III tahun lalu rupiah pernah (menyentuh) Rp 15.300. Pada waktu itu indeks dolar mengarah ke sekitar 103,” ujar dia.
Penguatan rupiah ini, menurut Perry, karena masuknya dana asing pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 60,7 triliun pada kuartal III-2024. Sementara, nilai dana asing terhadap Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 54,2 triliun.
“Besarnya inflow ini juga akan menentukan, dan tentu saja harapan kami dengan implementasi Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) itu juga akan mendukung penguatan stabilitas nilai tukar lebih lanjut,” kata dia.

