DEN: Program Makan Bergizi Gratis Sangat Progresif
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Arief Anshory Yusuf mengatakan program makan bergizi gratis (MBG) memiliki kerangka redistribusi yang baik. Arief bahkan menyebut program MBG sangat progresif.
“Itu sangat progresif. Satu anak dapat Rp 10.000 kalau satu keluarga punya dua anak dapat Rp 20.000 dikali 20 hari (sama dengan) Rp 400.000. Itu hampir satu kali garis kemiskinan,” kata Arief, di kantor DEN, Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Baca Juga
Ekonom HSBC Nilai Makan Bergizi Gratis Bisa Bikin Masyarakat Lebih Produktif dan Dorong Ekonomi
Arief mengatakan meski bersifat langsam, seluruh orang mendapat program MBG. Dia menjelaskan program MBG secara tidak langsung mendistribusi peningkatan pendapatan.
“Belum kalau kita melihat dampak medium term-nya satu tahun ke depan bagaimana,” ucap dia.
Arief mengutip teori yang dikembangkan ekonom Jerman, Adolph Wagner atau Wagner Law yang menyebut semakin modern suatu negara, semakin negara hadir.
“Semakin besar spending negara dalam PDB-nya. Jadi, kalau kita mau jadi negara maju, negara harus lebih hadir,” kata dia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatawarta menjelaskan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto tak akan menyebabkan defisit pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025.
“Makan bergizi gratis ini sudah ada di dalam APBN 2025, jadi sudah dianggarkan di dalam APBN 2025 sebesar Rp 71 triliun,” ujar Isa, dalam konferensi pers APBN KiTa.
Isa mengatakan dengan masuknya anggaran program MBG dalam APBN 2025 sudah memperhitungkan defisit yang terjadi. Dia mengatakan defisit sebesar 2,53% telah ditetapkan dalam APBN 2025.
“Jadi sudah bagian dari APBN 2025, sudah diperhitungkan untuk kira-kira target defisit kita tahun depan,” kata dia.

