Perdagangan RI 2024: Surplus US$ 28,86 Miliar dan Nilai Ekspor Capai US$ 241,25 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memaparkan total nilai surplus perdagangan Januari hingga November 2024 adalah sebesar US$ 28,86 miliar. Hal ini pun memperlihatkan surplus perdagangan terjadi berturut-turut selama 55 bulan.
“Adapun surplus pada Januari-November 2024 sebesar US$ 28,86 miliar,” ucap Mendag Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2025).
Selama Januari-November 2024, Mendag Budi menyebutkan tren pertumbuhan ekspor mencapai 1,86%. Kinerja ekspor kumulatif Indonesia 2024 meningkat 2,06% dibanding dengan 2023, serta tren pertumbuhan ekspor selama periode 5 tahun dari 2019-2023 mencapai 15,6%.
“Secara keseluruhan, nilai ekspor di Indonesia selama Januari-November 2024 mencapai US$ 241,25 miliar. Terdiri dari ekspor di sektor migas sebesar US$ 14,34 miliar, dan di sektor nonmigas sebesar US$ 226,91 miliar,” terangnya.
Baca Juga
Neraca Perdagangan November 2024 Surplus 55 Kali Berturut-turut, Mendag: Nilainya US$ 4,42 Miliar
Pada sektor nonmigas Indonesia, ekspor didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 78,86% dari totalnya ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-November 2024. Menurut Budi, hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam mendorong penciptaan nilai tambah produk mulai menunjukkan hasil positif.
Sementara itu, terdapat lima produk utama ekspor nonmigas pada periode Januari-November 2024, yaitu bahan bakar mineral dengan nilai terbesar yaitu US$ 36,08 miliar dengan kontribusi sebesar 15,9%. Diikuti oleh lemak dan minyak nabati atau hewani, besi dan baja, mesin dan perlengkapan, elektrik serta kendaraan dan bagiannya.
“Adapun 5 negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat, India, Jepang, dan Malaysia,” tambah Mendag Budi Santoso.

