Jelang Akhir Pekan, Data Ekonomi AS Bikin Rupiah 'Ketar-Ketir'
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang rupiah dibuat 'ketar-ketir' sembari menunggu serangkaian rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) di awal tahun. Jelang akhir pekan, Jisdor Bank Indonesia (BI) merilis kurs rupiah ditutup menguat 11 poin (0,11%) ke level Rp 16.217/USD yang sebelumnya berada pada posisi Rp 16.236/USD.
Penguatan juga dilaporkan Yahoo Finance, dengan rupiah yang menguat tipis 4 poin (0,02%) untuk bergerak ke level Rp 16.185/USD. Adapun sebelumnya Yahoo Finance mencatat kurs rupiah ditutup pada posisi Rp 16.189/USD.
Analis PT Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin menjelaskan, mata uang rupiah mencatat penguatan tipis di perdagangan akhir pekan ini yakni sebesar-0.02% di posisi Rp 16.185. Dalam sepekan ia menyebut pelemahan rupiah yang terlihat terbatas karena besar pengaruh dari penguatan indeks dolar (DXY) setelah serangkaian data ekonomi menunjukkan perbaikan dan memberi ruang ekspektasi pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed.
Baca Juga
Rupiah Melemah Jumat, Dana Asing Masuk Rp 49,62 Triliun di SBN dan Saham 2024
"Selain itu, pasar pun menyikapi pergerakan dolar pekan depan yang kemungkinan masih akan menguat seiring serangkaian data ketenagakerjaan terbaru, seperti JOLTS, ADP Employment dan NFP. Dengan tidak mengesampingkan data ISM Service PMI. Dimana data ISM Manufacturing PMI baru akan dirilis malam ini," katanya kepada Investortrust, Jumat (3/1/2025).
Faktor yang nantinya bisa melemahkan rupiah, kata dia, yakni kebutuhan korporasi akan dolar Amerika untuk pembayaran utang dan impor pada awal tahun 2025. Dengan memperhatikan juga ketidakpastian ekonomi global membuat investor cenderung beralih ke aset safe haven seperti dolar AS, sehingga menekan tekanan pada mata uang emerging markets, seperti rupiah.
"Dan ini terlihat bagaimana pergerakan rivalitas utama dolar mengalami tekanan sedangkan harga komoditas mengalami penguatan, seperti emas dan minyak," tutupnya.
Sedangkan untuk perdagangan Senin (6/1/2025) pekan depan, ia memperkirakan kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.135/USD - Rp 16.270/USD.

